Percaya atau tidak, sebenarnya sejak dulu sampai hari ini kita semua, rakyat Indonesia, harusnya hidup bergelimang harta. Bukan hanya karena Indonesia dilimpahi banyak hal, namun kita punya piutang besar sekali dari negara-negara di dunia, Amerika khususnya. Sejak zaman penjajahan atau bahkan lebih jauh lagi, sudah tak terhitung banyaknya harta-harta nenek moyang yang diboyong keluar. Memang tidak ada bukti yang valid, namun percayalah jika kita dulunya sangat-sangat kaya.
Salah satu harta yang kita miliki adalah 57 ribu ton emas yang konon dipinjam oleh Amerika kepada Indonesia. Bayangkan, 57 ribu ton emas kalau dibagi kepada semua orang Indonesia, berapa banyak yang bakal kita dapatkan? Mungkin lebih dari 10 kilo per orang. Atau kalau dikonversikan jumlahnya mungkin lebih dari jutaan triliun Rupiah. Kita berhak atas ini namun kenyataan yang ada jauh berbeda.
Hingga kini emas-emas tersebut misterius, entah keberadaannya lebih-lebih status kepemilikannya. Konspirasi tingkat tinggi telah berlaku di sini. Lalu, seperti apa misteri dari hutang emas seharganya triliunan dolar ini? Simak ulasannya berikut.
Green Hilton Memorial Agreement, Bukti Sah Hutang Amerika
Seperti yang sudah disinggung di bagian pengantar. Banyak sekali harta-harta kita yang terbang ke luar negeri. Akan sangat panjang untuk menelurusi kenapa dan bagaimananya. Namun yang jelas, pada akhirnya harta-harta yang rata-rata berbentuk emas ini terkumpul sebagian dengan jumlah sekitar 57 ribu ton tadi.
Kontroversi Isi Perjanjian
Pada perjanjian tersebut diketahui Soekarno memberikan emas-emas itu. Namun, sebagai imbalannya, presiden pertama ini meminta royalti sebesar 2,5 persen per tahun. Di samping itu, presiden Soekarno juga memberikan izin kepada Amerika untuk menambang di Indonesia. Asal, emasnya sama sekali tidak boleh dibawa keluar.
Kematian Kennedy Berbuah Fatal Bagi Perjanjian Hilton
Tak lama setelah perjanjian tersebut dibuat atau tepatnya di tahun 1963, Kennedy pun tewas terbunuh dalam sebuah parade di tahun yang sama. Kematian ini pun berbuah fatal terhadap implementasi perjanjian penting itu. Kabar ini tentu saja mengagetkan Bung Karno. Pasalnya, skenario seperti ini tidak pernah terbayangkan olehnya.
Kematian Kennedy Berdampak Pada Lengsernya Soekarno
Selang dua tahun dari kematian Kennedy atau tepatnya tahun 1965, terjadilah pergolakan besar di Indonesia yang dikenal dengan G30S. Diduga ini juga merupakan skenario buatan untuk melengserkan Soekarno dari kepemimpinan. Dalangnya sendiri diduga adalah CIA.
Rusaknya Perjanjian Berbuah Dikeruknya Tanah Papua
Meskipun sangat berat, kehilangan 57 ribu ton emas bukan hal yang terlalu buruk. Setidaknya, Indonesia masih punya cadangan emas yang melimpah di Papua. Sayangnya, perjanjian penting itu tidak lagi valid. Dan dimulai dari era Soeharto, Freeport mulai mengais emas-emas di tambang Grassberg dan membawa semuanya. Mereka hanya membayar royalti yang sangat sedikit dibandingkan jumlah yang dibawa.
Bayangkan jika semua harta ini tetap di Indonesia, entah emas warisan atau emas Freeport. Kita pasti jadi miliuner sekarang. Orang-orang yang tinggal di gerobak sampah atau kolong jembatan, mungkin sudah bolak-balik trip ke Eropa saking kayanya. Sayangnya, apa yang terjadi bukan seperti itu. Andai sejarah bisa dipelintir, mungkin semuanya bisa benar-benar berbeda sekarang.
Tentang emas-emas warisan itu, apakah sanggup bagi bangsa Indonesia merampasnya kembali? Jangan-jangan negara ini sudah jadi pengecut yang bahkan tak berani menuntut haknya sendiri.