Kota Moynaq yang berada di gurun pasir Uzbekistan mungkin menjadi salah satu tempat yang unik sekaligus menyimpan kisah yang misterius. Pasalnya, ada beberapa bangkai kapal yang dibiarkan teronggok di wilayah yang gersang dan kering tersebut. Hal ini pun sempat mengundang tanya lantaran pemandangan tersebut terbilang cukup aneh.
Jika ditelusuri dari sejarahnya, Kota Moynaq yang berada di antara Uzbekistan dan Kazakshtan ini dulunya dikenal sebagai kota nelayan yang sibuk. Biasanya, para nelayan ini mencari ikan di sekitar Laut Aral (Danau Aral). Sayang, bencana kekeringan mengandaskan semuanya dan akhirnya menjadi seperti sekarang ini. Berikut ulasan lengkapnya.
Kota nelayan yang berubah menjadi gurun pasir tandus
Kota Moynaq dikenal akan kegiatan perikananannya di masa lalu yang ditunjang oleh keberadaan Laut Aral. Meski disebut laut, Aral sejatinya merupakan danau yang memiliki luas 68 ribu kilometer persegi. Karena ukuran tersebut, Aral dinobatkan sebagai danau air tawar terluas ke-empat di dunia.
Penyebab surutnya air danau hingga akhirnya habis tak tersisa
Penyusutan air Laut Aral terjadi akibat kebijakan keliru pemimpin Soviet atas pengelolaan wilayah setempat yang kala itu dijabat oleh Khrouchtchev. Dilansir dari Atlas Obscura, keputusan untuk mengalihkan saluran dari sungai Amu Darya dan Syr Darya yang merupakan pemasok debit air ke dalam Laut Aral ternyata memiliki konsekuensi panjang.
Ditinggalkan penduduk dan menyisakan bangkai-bangkai kapal
Melihat kenyataan tersebut, penduduk Kota Moynaq pun mau tak mau akhirnya meninggalkan profesi nelayan mereka dan pindah ke wilayah lain karena tak lagi bisa menangkap ikan. Hal tersebut juga membuat kapal-kapal mereka terbengkalai dan ditinggalkan begitu saja di hamparan danau yang mulai mengering.
Cobaan bertubi-tubi Kota Moynaq yang terbengkalai hingga saat ini
Masalah kekeringan bukanlah satu-satunya yang menghancurkan kehidupan Kota Moynaq. Tercatat, penyakit cacar pernah melanda tempat tersebut pada tahun 1971 sehingga program vaksinasi besar-besaran pun dilakukan. Tak hanya itu, adanya debu beracun akibat kontaminasi pupuk pestisida dan garam juga menimbulkan masalah kesehatan.
BACA JUGA: Misteri The Sahara Eye, Pusaran Pasir Aneh Berbentuk Mata yang Masih Belum Terungkap
Sejak air danau mengering, praktis tak ada yang tersisa di Kota Moynaq selain hanya onggokan bangkai kapal yang telah berkarat dimakan debu. Meski demikian, pemandangan aneh tersebut justru menjadi destinasi favorit para wisatawan mancanegara yang penasaran dengan lokasi tersebut. Unik juga ya Sahabat Boombastis.