in

Mengenal Ciu, Minuman Keras Fenomenal yang Dicampur dengan Anak Tikus

Beberapa wilayah di Indonesia pasti mempunyai makanan atau minuman unik masing-masing. Salah satu contohnya adalah minuman tradisional yang bernama ciu. Ciu ini adalah minuman yang berasal dari salah satu daerah di Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Usut punya usut, minuman satu ini memiliki sifat memabukkan bagi siapa saja yang mengonsumsinya.

Akan tetapi, walaupun memabukkan ternyata banyak lho orang yang menyukainya. Bagi yang sudah mencobanya, mereka berpendapat kalau ciu rasanya memang berbeda dengan minuman lainnya. Bahkan banyak yang bilang kalau rasanya seperti kelas internasional. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang ciu, bisa simak ulasan berikut ini.

Merupakan minuman yang dicampur dengan anak tikus

Dicampur dengan anak tikus [Sumber Gambar]
Awalnya produksi ciu memang dibuat seperti minuman keras pada umumnya. Ia dibuat dari penyulingan etanol yang dicampur dengan tetesan cairan tebu. Prosesnya pun harus diulang beberapa kali lalu hasilnya diendapkan selama tujuh hari. Namun, lama kelamaan terdengar kabar kalau ada orang yang mencampur ciu dengan cindil atau anak tikus. Cindil tersebut ikut direndam bersama cairan etanol yang bertujuan untuk menambah cita rasa pada ciu. Ih, menjijikkan sekali ya.

Ciu tetap diproduksi walaupun dilarang oleh pemerintah

Ciu sampai saat ini dilarang oleh polisi [Sumber Gambar]
Kalau kalian berpikir ciu adalah minuman ilegal, itu memang benar. Karena pemerintah daerah Bekonang sudah tidak mengizinkannya sejak lama Sahabat Boom (Saboom). Pemerintah hanya memperbolehkan pembuatan etanol atau alkohol saja karena itu adalah mata pencaharian terbesar di daerah Bekonang. Namun, karena ciu dianggap minuman tradisional yang banyak menarik perhatian wisatawan, maka perajin etanol dari dulu hingga sekarang sembunyi-sembunyi untuk memproduksi ciu.

Sudah tersohor ke seluruh Indonesia

Sudah banyak dijual di mana-mana [Sumber Gambar]
Minuman yang berasal dari Desa Bekonang ini tidak hanya terkenal di daerah Jawa Tengah saja Saboom. Tapi, sudah tersohor ke beberapa kota di Indonesia, salah satunya adalah di Jakarta. Di ibukota kita tersebut, ternyata sudah banyak warung-warung kecil yang menjual minuman memabukkan tersebut. Bahkan, hanya dengan harga Rp20 ribu saja, ciu sudah bisa dibeli. Jadi jangan heran kalau banyak orang yang sampai saat ini masih hobi mengonsumsi minuman keras tersebut.

Ciu juga dicampur dengan minuman lain

Dicampur dengan minuman berenergi [Sumber Gambar]
Rasa asli ciu memang nikmat bagi pecintanya. Namun, banyak juga penggila ciu yang tidak puas hanya dengan rasa aslinya tersebut Saboom. Biasanya mereka mencampurnya dengan minuman lain yang tak kalah keras lho. Misalnya saja minuman berenergi, lalu ada juga yang dicampur bersama cairan berkarbonasi. Bahkan, ada juga beberapa orang yang nekat mencoba meraciknya berbarengan dengan minuman keras lain, mulai dari anggur merah atau putih, wiski dan sebagainya.

Ciu sudah menewaskan beberapa orang tahun ini

Ciu sudah menewaskan beberapa orang [Sumber Gambar]
Namanya juga minuman keras, pasti ada bahayanya bagi si peminum. Bukan hanya bersifat memabukkan dan juga bisa membuat pikiran si peminum jadi melayang-layang. Ciu ternyata bisa berpengaruh ke kesehatan dan bahkan kematian juga Saboom. Minuman ini sudah menelan banyak korban lho. Salah satunya yang terjadi di Bandung pada tanggal 10 April 2018 lalu. Ada sekitar empat orang meninggal gara-gara si minuman campuran dari anak tikus tersebut. Sebelumnya, para korban mengalami sakit perut yang berlebihan dan penglihatannya menjadi gelap seketika. Namun, nasib berkata lain, mereka tidak dapat diselamatkan dan akhirnya meninggal dunia.

Nah, itulah minuman keras fenomenal yang bernama ciu. Jadi sudah tahu kan mengapa minuman tersebut sampai kini masih dilarang oleh kepolisian? Ya karena selain campurannya yang sangat menjijikkan, minuman asal Desa Bekonang tersebut ternyata bisa membuat orang menghembuskan nafas terakhir. Sehingga, buat kalian jangan sampai coba-coba deh ya.

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Cerita Inka Kusmayati, Putri Tukang Gali Kubur yang Berhasil Masuk Kuliah Kedokteran

11 Tweet Kocak Abis Bude Sumiyati yang Membuatmu Pengen Hijrah dari Bumi