Kita mungkin sudah hafal dengan cerita muntahan paus yang punya harga yang luar biasa. Tidak hanya itu, bahkan sampai diperbutkan perusahaan besar yang ingin membelinya. Bukan tanpa alasan, selain jadi bahan berkualitas untuk parfum juga proses mendapatkannya pun luar biasa sulit. Usaha keras dan keberuntungan jadi faktor utamanya.
Namun sadar tidak sih kalau ada benda langkah lain yang ternyata lebih mahal dari muntahan paus. Ya, sebuah batu meteor yang jatuh dari angkasa yang ternyata per gramnya bisa sampai puluhan juta. Lalu benarkah hal itu? Dan apakah ada orang Indonesia yang mendapatkan rezeki nomplok itu? Simak ulasan berikut.
Peristiwa jatuhnya meteor yang sangat jarang terjadi
Tidak hanya di luar negeri, peristiwa jatuhnya batu meteor juga sempat terjadi di Indonesia. Tepatnya tahun 2010 salah satu rumah warga di Jakarta Timur harus porak poranda. Bagaimana tidak, pasalnya sebuah meteor diketahui jatuh tepat di rumah tersebut yang mengakibatkan genteng hingga lantai jadi rusak tak karuan.
Bukan musibah namun banyak yang bilang ini rezeki
Meskipun jatuhnya meteor ini mengkibatkan kerusakan yang luar biasa, ternyata justru sebagian orang yang mengatakan sebaliknya. Dilansir dari Detik, Kamandaka salah satu pria dari komunitas Paranormal Indonesia sempat menyatakan hal tersebut. Bahkan dirinya waktu itu sudah dua kali datang ke rumah bekas jatuhnya batu meteor untuk memastikan mengenai kebenaran yang beredar, serta mencari puing-puingnya.
Ternyata batu meteor bisa laku ratuan rupiah
Usut punya usut, yang dimaksud dengan rezeki mendadak tersebut bukanlah hasil penerawangan ghaib saja, namun fakta yang ada. Bagaimana tidak, lantaran rumah Sudarmodjo menjadi tempat jatuhnya meteor bukan hal yang aneh kalau puing-puing benda langit itu berserakan di sana. Ternyata batu meteor itulah yang jadi sumber rezeki. Ya, meskipun rumahnya mengalami kerugian yang lumayan, ternyata batu meteor bisa membayar semua kalau dijual.
Sedangkan dijual keluar negeri malah langsung tajir
Jika di Indonesia diperebutkan oleh pembuat keris, maka di luar negeri para peneliti dari bidang sains rela membayar mahal untuk meteroit. Semisal yang terjadi di Rusia 2013, dimana jatuhnya meteor membuat kerusakan, korban jiwa namun sekaligus berkah. Bagaimana tidak, peneliti di sana siap membayar Rp 21 juta untuk setiap gramnya.
Tentunya jadi sebuah rezeki tersendiri bagi mereka yang berhasil mendapatkan batu meteor yang jatuh dari angkasa ini. Namun demikian, tentu kita tidak hanya terus bertompa tangan menanti rezeki jatuh, pasalnya lantaran sifatnya yang kadang datang tak disangka-sanka juga harus membuat kita terus mencarinya.