Meskipun sederhana, senjata berbekal hukum Archimedes ini sangat ditakuti [Image Source]
Barang kali mereka para pecinta mekanik fisika dan matematika tak terima dengan judul ini. Bagaimana bisa seorang Archimedes si ilmuwan brilian sekelas Newton itu sampai mengotori tangannya dengan berbuat demikian? Tapi, tak perlu risau jika kamu adalah salah satu pengagum filsuf Yunani ini. Pasalnya, mesin perang mematikan tersebut bukan benar-benar dibuat dengan kedua tangannya.
Ya, benar, Archimedes, seperti yang kita ketahui, adalah otak di balik banyak mekanisme canggih yang implementasinya masih dipakai hingga sekarang. Sistem ulir, katrol, serta mekanika lain tercipta dari buah pemikirannya. Sayangnya, dengan berbekal pengetahuan ini ternyata banyak orang yang memanfaatkannya untuk hal-hal buruk. Misalnya adalah deretan mesin perang yang akan kita kulik kengeriannya setelah ini.
Mungkin Archimedes tak ikut berdosa lantaran sejak awal ia tak pernah menginginkan penemuannya untuk dikemas dengan versi jahat seperti ini. Terlepas dari hal tersebut, berikut adalah deretan alat perang mematikan yang terinspirasi dari buah cerdas sang pemikir itu.
Alat ini berbentuk seperti katrol, di mana ia dirangkai dengan tambahan tali besar serta baja berbentuk cakar besar di bagian ujung tali. Mekanisme alatnya dengan dilontarkan ke arah target dengan menggunakan hukum katapel. Bandul cakar yang ada di ujung sana akan merobek perut kapal musuh hingga akhirnya tenggelam. Alat ini juga bisa melakukan fungsi menarik kapal musuh agar bisa lebih dekat lagi dan kemudian dihabisi dengan brutal.
Namanya mungkin terdengar kekanak-kanakan, namun secara fungsi, Sinar Penghancur Archimedes memang bisa menghancurkan. Alat ini sebenarnya sangat sederhana. Hanya mengandalkan cermin dan juga sinar matahari. Mekanismenya adalah dengan memantulkan sinar matahari dan kemudian diarahkan ke target. Dulu orang-orang memakai alat ini dengan penampang cermin yang luar biasa besar. Hasilnya, musuh pun dibuat terbakar dan akhirnya hancur.
Dibandingkan alat perang lain, katapel ini mungkin terkesan sangat biasa. Padahal apa yang dilakukannya benar-benar greget dan tertulis sejarah sebagai senjata perang paling mematikan, dan bisa dibilang terlalu canggih untuk zamannya. Secara umum, mungkin mekanismenya memang katapel biasa. Namun, yang satu ini disematkan hukum-hukum Archimedes, sehingga menghasilkan katapel yang luar biasa.
Yang satu ini mungkin bukan alat perang, namun eksistensinya lebih penting dari senjata-senjata macam apa pun. Ulir Archimedes ini punya fungsi sebagai alat pengangkut barang dari satu tempat ke tempat lain dengan cara yang unik dan sangat mudah. Ulir Archimedes berbentuk sebuah tabung yang di dalamnya ada semacam ulir berputar dengan sekat-sekat yang lebar. Nah, celah-celah ini yang digunakan sebagai tempat barang-barang yang akan dikirim.
Kita tak bisa menyalahkan Archimedes lantaran penemuannya justru digunakan untuk perang yang mungkin sudah menumpahkan banyak darah. Teknologi memang seperti ini, tergantung siapa yang menggunakannya. Ketika ia pakai untuk kebaikan maka akan berguna sekali, namun sebaliknya, ia juga bisa membawa kehancuran besar.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…