Peperangan, kekeringan, kelaparan, global warming, dan terorisme menjadi pertanda bahwa dunia ini telah porak poranda. Jika kita terus membiarkan, maka Bumi tidak akan menjadi tempat yang layak untuk ditinggali. Manusia bisa mencegah kebinasaan dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih ideal.
Beberapa cara dilakukan oleh mereka yang peduli untuk mengembalikan kondisi Bumi seperti semula. Ada yang menjadi relawan ke medan perang, ada yang mendonasikan hartanya, ada yang menuntut perusahaan tidak ramah lingkungan secara hukum, ada yang melawan kebijakan pemerintah yang tidak manusiawi, dan banyak lagi. Apa yang mereka lakukan bukanlah hal yang mudah dan berisiko tinggi. Selain harus meninggalkan keluarga, mereka juga harus mempertaruhkan harta dan nyawa mereka.
Kita sebagai orang biasa yang terlalu takut untuk berpisah dari kehidupan normal tidak bisa melakukan itu semua. Tapi bukan berarti kita nggak bisa ikut menyelamatkan Bumi dari kehancuran. Dengan melakukan hal-hal kecil di bawah ini, kita bisa lho menjadi pahlawan bagi planet biru tercinta.
Tahukah kamu jika sebagian peperangan diakibatkan oleh langkanya sumber air dan makanan sehingga terjadi perebutan kekuasaan atas suatu wilayah? Nah, dari situ bisa kita lihat bahwa ada tragedi kemanusiaan yang bisa kita cegah dengan menjaga kondisi Bumi agar selalu baik. Salah satunya adalah dengan menghemat air.
1,3 milyar ton makanan terbuang setiap tahunnya baik dari restoran maupun rumah tangga. Jika diuangkan, maka kita telah membuang Rp 1.100 triliun. Ini menyedihkan mengingat makanan sebanyak itu bisa menyelamatkan jutaan orang yang menderita kelaparan. Selain itu, makanan yang terbuang bisa mempercepat perubahan iklim Bumi. Seperti sampah lainnya, sisa makanan harus diproses supaya tidak memenuhi tempat pembuangan sampah. Pemrosesan ini menghasilkan CO2 yang mengakibatkan efek rumah kaca.
Sampah adalah biang terbesar perubahan iklim Bumi. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, proses pengolahan sampah menghasilkan gas karbondioksida yang mengakibatkan efek rumah kaca. Selain itu, sampah bisa merusak tanah dan air sehingga berakibat kurangnya produksi makanan. Jika kita terus-menerus boros sampah, generasi kedepannya akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan tanah dan air yang berkualitas.
Banyak yang tidak tahu bahwa proses dari produksi listrik menghasilkan polusi yang merusak planet. Karena itu banyak yang melakukan pemborosan listrik hanya karena merasa dia mampu membayar tagihan. Padahal, penghematan listrik dilakukan bukan karena masalah uang, namun untuk menyelamatkan Bumi dari kerusakan.
Selalu ada rantai sebab-akibat di Bumi ini. Hal-hal yang kita lakukan mungkin tidak akan berdampak apa-apa terhadap sekitar kita namun bisa merusak sesuatu yang tidak bisa kita lihat. Sebagai manusia yang peduli dengan masa depan Bumi, sudah seharusnya kita turut berpartisipasi dalam misi penyelamatan. Tidak usah muluk-muluk dengan mendirikan rumah ramah lingkungan atau melakukan proyek reboisasi sendirian. Cukup dengan melakukan empat hal kecil di atas setiap hari, maka kamu sudah menjadi pahlawan bagi planet tercinta.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…