Peristiwa meninggal dunia setelah berolahraga sudah banyak terjadi di negara kita. Yang sering kita dengar adalah orang-orang tersebut menghembuskan nafas terakhir setelah olahraga bulutangkis dan juga sepak bola. Kalau bulutangkis biasanya terjadi lantaran kelelahan dan berakibat ke jantung. Sedangkan untuk sepak bola pada umumnya terkena gangguan jantung atau lidah tertelan.
Tapi tahu enggak Sahabat Boombastis kalau ada olahraga lain yang bisa sebabkan kematian? Olahraga yang dimaksud yaitu bersepeda. Ya, fenomena ini dialami oleh Wakil Komandan (Wadan) Sesko TNI Marsma Asnam Muhidin. Padahal sebelumnya ia tampak baik-baik saja. Tapi di tengah perjalanan, dirinya tiba-tiba terjatuh dari sepedanya dan tak sadarkan diri. Setelah dibawa ke rumah sakit, beliau dinyatakan telah meninggal dunia.
Nah, sebenarnya ada nih ciri-ciri dari tubuh yang sudah mencapai batas maksimal kekuatan dari bersepeda. Sebagaimana dikatakan di Info Jabodetabek Terkini, ada beberapa tahapan yang perlu kita ketahui. Pertama, tubuh akan terasa lebih panas dari biasanya, pasalnya jantung bekerja lebih cepat daripada sebelumnya. Kemudian, kalau kita tidak segera menghentikan kegiatan tersebut, maka akan beralih ke tahap selanjutnya. Yaitu kesulitan mengatur nafas. Di sini, kita wajib sekali mengurangi kecepatan bersepeda supaya nafas bisa diatur dengan mudah seperti semula.
Untuk itu, kita perlu berhati-hati nih ketika bersepeda. Ada beberapa cara yang perlu diterapkan ketika kita melakukan aktivitas sehat tersebut. Hal pertama yang perlu untuk diingat adalah tidak membersihkan keringat dari tubuh sebelum berhenti bersepeda. Alasannya karena tubuh mengeluarkan lendir yang berfungsi untuk mengurangi penguapan dan bisa saja tercampur dengan keringat. Selanjutnya, minum ketika mulut terasa kering tapi secukupnya saja supaya perut tidak penuh.
BACA JUGA : 7 Atlet Ini Meninggal Dunia Saat Sedang Berolahraga
Bersepeda yang berfungsi untuk menyehatkan badan nyatanya bisa juga membuat tubuh menjadi lemah seketika. Tapi hal ini enggak akan terjadi kok kalau kalian tetap berhati-hati. Caranya ya dengan itu tadi, mengetahui batas maksimal dari kemampuan saat bersepeda. Jika tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda menyerah, lebih baik hentikan saja. Itu lebih baik daripada harus menanggung risiko yang bisa bahayakan nyawa.