Masa kecil bisa jadi adalah masa yang paling membahagiakan. Karena di masa-masa tersebut, kita masih bisa bebas bermain dan bersenang-senang tanpa mengerti tanggung jawab atau kesusahan.
Masa-masa kecil yang penuh kebebasan itulah yang terkadang membuat kita ingin kembali mengulang hari itu. Apalagi jika sekarang ini kita telah tumbuh dan menyadari dunia terkadang tidak seperti yang kita bayangkan. berikut ini beberapa hal yang sering kali kita rindukan dari masa-masa tersebut.
1. Puas Bermain dan Punya Banyak Mainan
Bangun dari tidur, kita memikirkan kira-kira mau bermain apa hari ini. Berangkat ke rumah tetangga sebelah untuk mengajaknya bermain di rumah, atau sekadar berpetualang di sekeliling kompleks. Membongkar tempat menyimpan mainan untuk menunjukkan mainan baru dan memainkannya bersama teman.
2. Menantikan Libur Sekolah
Setelah enam bulan belajar di sekolah, musim liburan menjadi hal yang paling dinantikan. Kita bersiap membuat rencana apa yang akan dilakukan selama liburan. Atau kira-kira ke mana orang tua akan membawa kita untuk berlibur.
3. Bahagianya Dapat Nilai Bagus
Ulangan dan ujian adalah momok terbesar. Ada rasa takut ketika guru mengatakan akan ada ulangan keesokan harinya. Apalagi ketika waktunya ujian akhir tiba, orang tua mendadak makin disiplin mendorong kita belajar.
4. Merasa Takut Karena Dimarahi Guru
Guru adalah sosok yang ditakuti sekaligus dihormati. Saat kecil, kita selalu menganggap seorang guru tahu segalanya. Di mata kanak-kanak, mereka adalah sosok paling pintar dengan begitu banyak pengetahuan.
5. Merasa Aman
Hal terbesar yang paling kita rindukan, mungkin adalah rasa tenang dan aman. Ketika kita ada di balik hangatnya selimut, atau lembutnya kasih orang-orang di sekitar kita. Kita merasa bahwa orang tua kita selalu tahu apa yang terjadi, atau bagaimana sesuatu seharusnya terjadi. Bahwa dunia ini aman dan menyenangkan, dan orang-orang baik di sekitar kita tidak akan pernah pergi atau mati.
Kita memang tidak bisa kembali ke masa lalu dan menjadi anak-anak lagi. Tapi setidaknya dengan mengingat semua ini, kita bisa bersyukur bahwa hidup kita bisa bahagia hanya dengan hal-hal sederhana. Mungkin seandainya kita bisa kembali menjadi sederhana, dan fokus pada kebaikan, kita bisa kembali merasakan kebahagiaan yang dulu selalu menyelimuti masa kanak-kanak kita.