in

Mengenang Kiprah Glen Fredly Sebagai Aktivis, Salah Satunya Tolak RUU Permusikan

Mengenang Kiprah Glen Fredly Sebagai Aktivis, Salah Satunya Tolak RUU Permusikan [sumber gambar]

Musisi Indonesia Glenn Fredly Latuihamallo dikabarkan telah meninggal dunia pada Rabu, 8 April 2020. Pelantun tembang Januari itu wafat pada usia 44 tahun. Semasa hidupnya, Glenn tak hanya dikenal dengan karya dan kesuksesannya di belantika musik tanah air, tapi juga kiprahnya sebagai seorang aktivis.

Meski dirinya berprofesi sebagai seorang musisi, Glenn juga dekat dengan kegiatan sebagai aktivis dan para pegiat di dalamnya. Kontribusi Pria kelahiran Jakarta, 30 September 1975 di dunia aktivis itu juga mengundang simpati dari banyak pihak. Bahkan setelah Glenn tutup usia, kenangan itu tetap membekas hingga saat ini. Keterlibatan Glenn sebagai aktivis juga banyak meninggalkan jejak yang manis.

Presiden Jokowi dan Glenn Fredly serta musisi Tanah Air di Istana Merdeka [sumber gambar]
Salah satunya adalah penolakan rancangan undang-undang (RUU) Permusikan yang sempat heboh beberapa waktu lalu. Glenn tak bergerak sendiri. Ada banyak rekan-rekannya sesama musisi yang juga tegas menyuarakan penolakan tersebut. Besarnya tekanan yang ada, membuat DPR RI akhirnya menyerah dan tak melanjutkan pembahasan RUU. Kemenangan bagi Glenn juga rekannya-rekannya sesama musisi.

Bukti kepedulian sosial Glenn yang lain adalah dukungannya terhadap isu lingkungan. Hal dibuktikannya saat ikut menyuarakan penolakan reklamasi Tanjung Benoa di Bali. Pada Oktober 2013 lalu, Glenn menggelar sebuah konser di Hard Rock Cafe Bali sebagai bentuk dukungannya kepada gerakan masyarakat lokal yang menolak reklamasi di Pulau Dewata tersebut.

Selang empat tahun berikutnya pada 2017, Glenn kembali ke Bali dan sekali lagi ikut menyatakan dukungannya lewat konser bertajuk United We Loud. Pertunjukan musik itu sendiri membawa misi sosial, yakni menolak reklamasi di Bali. Saat Glenn dikabarkan tutup usia, Wayan “Gendo” Suardana, Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI), merasa sangat kehilangan.

Bagi Wayan, sosok Glenn tak hanya mendukung sebatas di panggung pertunjukan saja. Lebih dari itu, ia juga memanfaatkan jaringan sosial yang dimilikinya di luar musik untuk menggaungkan aspirasi masyarakat Bali yang menolak reklamasi. Tak heran jika gerakan BTR merasa sangat terbantu dengan apa yang telah diusahakan oleh seorang Glenn Fredly.

Gerakan Bali Tolak Reklamasi [sumber gambar]

Selain isu lingkungan, perhatian Glenn di lingkup sosial masyarakat juga muncul saat tengah maraknya razia buku-buku aliran “kiri” seperti Marxisme dan paham komunis yang beredar di masyarakat oleh aparat berwajib. Pelantun tembang ‘Januari’ itu menyayangkan sikap ‘pembredelan’ aparat yang dianggapnya tidak menjawab kebutuhan demokrasi.

“Karena buat saya, itu bukan hal yang sangat tidak menjawab kebutuhan sama sekali, saat buku harus dibredel, gitu. Itu justru menunjukkan betapa sempit cara berpikir, dan sangat tidak bijak untuk melihat sebuah generasi yang hidup jauh lebih luas daripada buku yang ada, yang kita bisa pegang,” ucap Glenn yang dikutip dari Kumparan.com (14/08/2019).

Ikut angkat suara soal razia buku Marxisme dan berbau komunis [sumber gambar]
Perhatian Glenn soal kemanusiaan dan HAM juga banyak dikisahkan oleh rekan-rekan aktivis yang pernah bekerja sama dengan dirinya. Salah satunya adalah Dandhy Laksono yang dikenal lewat film-film dokumenternya. Dalam cuitan di Twitternya pada Rabu, (08/04/2020), ia mengungkapkan betapa Glenn merupakan bagian dari barisan seniman yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Juga sahabat bagi perjuangan petani Kendeng.

Tak hanya Dandhy Laksono, aktivis Alghif Aqsa dalam akun Twitternya juga mengunggah cuitan yang serupa. Suami dari Mutia Ayu itu memiliki rekam jejak sebagai seorang aktivis, mulai dari ikut memperjuangkan kasus Munir, Gereja Yasmin, Tapol Maluku, Tapol Papua, Teluk Benoa, dan sebagainya. Pada 2017, Glenn bahkan pernah diminta oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, untuk mendampingi mereka ke LP Nusakambangan guna menengok Tahanan Republik Maluku Selatan (RMS).

BACA JUGA: 8 Musisi Indonesia yang Kematiannya Begitu Menggemparkan

Glenn Fredly kini telah tiada. Namun karya dan sosoknya sebagai musisi sekaligus aktivis bagi masyarakat luas akan tetap abadi. Kekal di hati para penggemar dan mereka yang ditinggalkannya. Kebaikan dan lagu-lagumu, akan terus bergema di keabadian yang panjang ini. Selama jalan bung Glenn Fredly.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Sisi Lain Seorang Glenn Fredly yang jadi Bukti Ia Bukanlah Musisi Rata-rata

Kartu Pra Kerja dan Bagaimana Ia Memakmurkan Para ‘Pemburu Pekerjaan’ dari Seluruh Indonesia