Membicarakan orang berbakat dalam bidang sepak bola di Indonesia tentunya sangat banyak. Setiap tahunnya selalu ada saja, pemain hebat bermunculan di negara kita. Sebut saja Egy Maulana, Evan Dimas atau Tristan Alif yang pernah berlatih di Ajax. Meskipun belum membawa juara untuk Indonesia, tapi kita tetap patut berbangga karena kehebatannya sudah diakui dunia.
Pengakuan dunia akan pemain kita, tentu tidak hanya menyasar pada beberapa pemain tadi. Jauh sebelum itu, banyak pemain kita Go Internasional. Sebut saja Rochy Putiray, pemain nyentrik yang sukses saat berkarir di club luar negeri. Fakta tersebut tentu tidak hanya kabar burung belaka, pasalnya Rochy bahkan pernah membuat tim AC Milan kewalahan. Hal tersebut tentu semakin melambungkan namanya. Lalu seperti apa kisahnya? Ketahui lewat ulasan berikut.
Penyerang Indonesia yang sukses di Liga Hongkong
Bermain di luar negeri tentu suatu hal yang tidak mudah. Hal ini dapat dilihat dari belum banyaknya pemain kita yang sukses saat bermain di luar Indonesia. Tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk Rochy Putiray. Sosok nyentrik satu itu sukses membawa namanya dan negaranya di pentas internasional. Ada banyak klub luar negeri yang dibelanya, namun kesemuanya itu ia mulai dari Liga Hongkong.
Membuat AC Milan tertunduk lesu saat pertandingan berahkir
Pada 2004 sepak bola Hongkong membuat sejarah karena untuk kali pertama tim lokal di sana dapat mengalahkan AC Milan. Prestasi tersebut tentu merupakan cerita yang tidak bisa dilupakan sampai saat ini. Pasalnya tentu, tidak ada yang menyangka sebuah club Asia mampu mengalahkan tim besar benua biru tersebut.
Kejadian tersebut terjadi saat AC Milan melawan Kitche, club Rochy Putiray. Pertandingan berjalan seru meski AC lebih banyak Milan menguasai bahkan unggul lebih dulu lewat Andriy Shevchenko. Goal tersebut tentu menjadikan tim Carlo Ancelotti banyak diunggulkan untuk menang tapi pada menit 67 setelah masuk sebagai pengganti, Rochy Putiray menunjukan kemampuannya dan memborong dua goal kemenangan serta membuat Paulo Maldini dkk tertunduk lesu usai pertandingan.
Memiliki gaya nyentrik saat di atas lapangan
Mengingat Rochy Putiray tentu yang muncul adalah goal nya kegawang AC Milan. Tapi hal yang familiar juga dengan pemain satu ini adalah penampilan nyentriknya. Hal itu terbukti dari gaya rambut selalu berubah-ubah saat pertandingan dan tidak hanya gayanya tetapi juga warna rambutnya selalu diubah setiap menjalani sebuah laga sepak bola. Dari mulai warna merah sampai kuning pun pernah dilakukan pria asal Ambon tersebut.
Pensiun, tapi kakinya tidak berhenti bermain bola
Berkarir menjadi pemain sepak bola tentulah tidak panjang. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor dari usia, sampai kondisi fisik. Rochy Putiray sendiri memulai karir sepak bolanya pada tahun 1987 lalu menutup karir nya pada 2007 di tim PSS Sleman (Yogyakarta). Sebagai pesiunan sepak bola tentu pria Ambon ini tidak bisa jauh dari hal berhubungan dengan si kulit bundar.
Rochy tidak melupakan pendidikannya
Umumnya pemain Indonesia jarang memperhatikan soal pendidikan akademik ketika tergabung dalam sebuah klub. Alasannya mungkin karena sibuk dan lain sebagainya. Tapi, hal berbeda ditunjukkan oleh pria asal Ambon ini. Ia menganggap pendidikan juga tak kalah penting dari bola. Alhasil ia pun menempa dirinya sampai menjadi sarjana di sebuah kampus di Surakarta.
Menjadi pemain sepak bola berprestasi tentu bukan hal yang mudah. Karena diperlukan banyak pengorbanan, latihan ekstra dan banyak berdoa pastinya. Hal tersebut tentu menjadi kunci sukses dari pria asal Ambon itu. Dan apabila kalian ingin mencapai prestasi seperti kisah di atas harus berusaha. Karena kesuksesan seseorang itu didapatkan bukan seperti membalikan telapak tangan. Lebih dari itu ada banyak perjuangan di dalamnya.