in

Menguak Fakta Mengejutkan di Balik Rokok Elektronik yang Jadi Favorit Masyarakat Modern

Perkembangan teknologi yang begitu masif belakangan ini, membuat pelaku industri di dunia berlomba-lomba melakukan inovasi terbaru pada produknya. Salah satunya ada pada perusahaan rokok. Demi memberikan kepuasan dan kenyamanan pada penikmatnya, muncul lah sebuah terobosan canggih berupa rokok elektrik.

Selain tak menimbulkan bau dan meninggalkan sisa, para produsennya mengklaim rokok elektrik buatan mereka aman untuk dikonsumsi. Tak jarang, mereka juga menyematkan berbagai macam ulasan soal manfaat agar konsumennya bisa lebih menikmati. Lalu apakah benar demikian? Fakta apa saja yang ada pada rokok elektrik tersebut? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut.

Fakta asli rokok elektrik yang unik

Rokok elektrik ternyata tak ubahnya sebagai alat penghisap [sumber gambar]
Rokok elektrik sejatinya merupakan sebuah alat penghisap (inhaler), dengan menggunakan baterai yang memberikan nikotin. Bahkan oleh WHO, cara kerja itu disebut sebagai sistem pengiriman elektronik nikotin. Dengan menggunakan tenaga listrik dari sebuah baterai, nikotin akan diberikan pada pengguna dalam bentuk uap. Hal ini akhirnya dikenal sebagai Electronic Nicotine Delivery System (ENDS).

Dapat dinyalakan tanpa korek api dengan bantuan teknologi pemanas

Nyala tanpa bantuan korek api [sumber gambar]

Pada rokok elektrik, terdapat baterai lhitium yang dapat melakukan penguapan dengan sempurna tanpa harus dibakar menggunakan korek api. Selain lebih mudah dan cepat, proses pemanasan tersebut juga tidak meninggalkan asap maupun bau yang biasa ditemukan pada rokok konvensional. Bisa dibilang, keberadaan teknologi canggih di dalamnya, memudahkan pengguna untuk merasakan sensasi merokok yang berbeda.

Menggunakan desain menawan yang mudah dibawa

Desain elegan dan mudah dibawa [sumber gambar]
Selain teknologi pemanas yang disematkan, bentuk rokok elektrik juga didesain sedemikian rupa agar nyaman digunakan. Ukurannya pun semakin ramping. Beberapa produsen rokok elektrik bahkan merancang produk miliknya mirip dengan sebuah pulpen. Elegan dan terlihat berkelas. Tak salah bila para penggemarnya kini mulai beralih dari rokok konvensional biasa ke teknologi elektrik yang jauh lebih nikmat.

Cara kerja tersembunyi pada rokok elektrik

Bekerja dengan bantuan teknologi canggih [sumber gambar]
Agar menghasilkan uap, rokok elektrik diisi dengan beberapa zat cair. Komposisi kandungannya terdiri dari nikotin, propilen glikol, penyedap (untuk mensimulasikan rasa tembakau), dan air. Berbeda dengan sigaret konvensional, rokok elektrik tersebut tidak memiliki kandungan tar berbahaya dan zat aditif kimia beracun. Bisa dibilang, bebas racun meski belum sepenuhnya aman bagi kesehatan.

Peredaran rokok elektrik di Indonesia

Rokok elektrik banyak diminati di Indonesia [sumber gambar]
Di tanah air, rokok elektrik dimasukkan pada jenis barang berkategori elektronik seperti televisi dan sebagainya. Karena bukan termasuk rokok dan jenis obat-obatan tertentu, produk sigaret ini praktis hanya memiliki izin dari Kementerian Perdagangan dan tidak ada izin edar dari BPOM serta bebas dari cukai. Berbeda dari rokok konvensional yang harus memiliki cukai. Salah satu contohnya adalah IQOS Indonesia. Oleh karena itu, banyak dari mereka di Indonesia yang mencoba alternatif baru ini.

Selain lebih nikmat dan mudah digunakan, kamu juga bisa merasakan semua hal di atas pada IQOS. Rokok elektrik buatan Philip Morris ini, dirancang secara khusus dengan segala kelebihan yang memanjakan penggunanya.Bakal segera hadir melalui IQOS Indonesia, kamu bisa beli produknya untuk pertama kali lewat sini.  Enjoy your day and happy smoking!

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Hukuman Hingga Naik Kasta, Inilah Cara Greget Korut Melatih Timnasnya Biar Gahar

Dikenal Jago Berbisnis, Inilah Sosok Gibran Rakabuming yang Suksesnya Melebihi Presiden RI