Menanam buah seperti pepaya kini tak lagi memerlukan lahan yang luas. Lewat teknik tanaman buah dalam pot atau tabulampot, pepaya bisa dibudidayakan dengan mudah hanya dengan menggunakan pot. Bagi mereka yang memiliki keterbatasan lahan, cara ini bisa dicoba.

Selain mudah dilakukan, teknik budidaya dengan metode tabulampot juga memudahkan dari segi perawatan seperti pemupukan, penyiraman yang lebih teratur, dan cepat untuk menanggulangi penyakit dana hama. Oleh karena itu, simak langkah-langkah memulai budidaya buah pepaya dengan tabulampot di bawah ini.

Siapkan pot yang akan menjadi tempat untuk menanam

Ilustrasi pot untuk bibit pepaya [sumber gambar]
Sebelum mulai budidaya, usahakan agar menyiapkan pot terlebih dahulu sebagai wadah bagi tanaman. Usahakan agar pot disesuaikan dengan ukuran tanaman. Jika masih berupa bibit, bisa menggunakan ukuran yang kecil. Begitu pula sebaiknya. Bahan pot yang bisa dipakai berbahan seperti tanah liat, logam (drum), plastik, semen atau kayu, dengan dasar berlubang,

Gunakan bibit unggul untuk hasil terbaik

Ilustrasi bibit pepaya [sumber gambar]
Penggunaan bibit unggul menjadi salah satu syarat agar bisa menghasilkan tanaman yang berkualitas. Terutama pada metode tabulampot. Namun untuk budidaya dengan cara ini, disarankan agar menggunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif berupa cangkok. Hal ini dipilih karena sifatnya mirip dengan indukan sehingga keberhasilan tanaman bisa diprediksi.

Media tanam untuk penyemaian bibit

Ilustrasi tanah subur yang menjadi salah satu media tanam [sumber gambar]
Media tanam yang digunakan adalah pupuk kompos berupa kotoran kambing yang sudah di fermentasi, tanah yang gembur, dan sekam kulit kopi dengan komposisi. Masing-masing ditakar dengan komposisi 1:1:1 dan kemudian dicampur secara merata. Setelah benar-benar tercampur, bibit pepaya siap untuk dimasukkan.

Siapkan fase pertama untuk proses penanaman

Ilustrasi proses penanaman bibut pepaya [sumber gambar]
Agar saluran drainase pada lubang di dasar pot berjalan dengan baik, bisa ditambahkan potongan batu bata, kerikil, dan pecahan genteng. Kemudian baru media tanam diisikan dengan ukuran 1/3 tinggi pot. Usahakan agar bibit pepaya diletakkan di bagian tengah dengan posisi lurus, dan kemudian timbun dengan media tanam hingga pangkal batang.

Perhatikan perawatan hingga buah bisa dipanen

Ilustrasi buah pepaya siap panen [sumber gambar]
Setelah tanaman siap, siram perlahan dengan air sebanyak-banyaknya hingga air keluar dari lubang pori-pori di bawah pot. Setelahnya, letakkan tanaman di tempat yang teduh. Jangan lupa perawatan rutin secara berkala sembari melihat perkembangan tanaman hingga berbuah. Setelah dirasa cukup, buah pepaya bisa dipanen.

BACA JUGA: Begini Cara Tanam Cabai Merah Sendiri di Rumah, Bisa Dijual dan Hasilkan Ratusan Ribu!

Setelah berbuah, ketepatan dalam perawatan menjadi kunci utama agar pepaya bisa segera dipanen. Tak hanya buahnya, beberapa bagian dari pepaya seperti daun dan akarnya bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti dimasak sebagai sayur mayur maupun bahan obat-obatan tradisional.