Ada yang bilang kalau tak ada uang, hidup tidak akan jalan. Ya, rupiah memang jadi modal utama dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Baik itu bikin dapur ngebul sampai buat streaming tetap lancar jaya, semua butuh uang. Jadi bukan hal yang aneh kalau ada orang saat lihat uang matanya langsung hijau, soalnya siapa juga yang gak mau dikasih duit?
Tapi kamu tau gak sih, kalau uang yang selama ini ada di dompetmu ternyata dulu tidak seperti itu. Ya, sebelum rupiah ada beberapa mata uang yang sempat sah jadi alat tukar resmi di Indonesia. Lalu mata uang apa saja itu? Biar gak penasaran simak ulasan berikut.
Uang khusus ketika VOC berjaya
Sebelum adanya rupiah, zaman VOC masih berjaya ternyata ada mata uang khusus di Hindia-Belanda. Salah satu alat pembayaran tersebut dikeluarkan oleh De Javasche Bank dengan bentuk lembaran. Ada berbagai nominal beragam dari uang ini dan semuanya dalam satuan gulden.
Saat Jepang datang, mata uang pun berganti
Setelah Belanda hengkang dari bumi pertiwi, kini giliran Jepang yang menerbitkan uangnya sendiri. Tepatnya pada tahun 1942, Jepang melakukan likuidasi bank-bank yang ada di nusantara, termasuk De Javasche Bank. Oleh sebab itu, uang yang awalnya diperuntukkan untuk kolonial Belanda diganti dengan terbitan dari De Japansche Regeering.
Sekutu datang kembali, uang baru juga sempat terbit
Ternyata, Belanda dan sekutu tidak semerta-merta membiarkan Indonesia untuk merdeka. Mereka melakukan beberapa agresi untuk merebut kembali bumi pertiwi. Nah, di saat itulah pihak NICA mengeluarkan uang sendiri untuk mengganggu kedaulatan Indonesia.
Munculnya ORI dan ORIDA
Setelah Indonesia menyatakan diri merdeka, tahun 1946 akhirnya diumumkanlah kalau ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai mata uang sah. Namun sayangnya semua tidak berjalan mulus, pasalnya Belanda masih mengusik kedaulatan Indonesia di beberapa daerah. Selain itu ada pula kekurangan percetakan uang di beberapa daerah.
BACA JUGA: Uang Jutaan Bisa Raib Dimakan Rayap, Ini Cara Simpan Uang di Rumah Agar Tetap Aman
Nah itulah beberapa uang yang sempat beredar di Indonesia, hingga jadi rupiah seperti saat ini. Ada perjalanan panjang di balik uang yang sering kita pakai sehari-hari. Perjalanan panjang tersebut jadi pelajaran bagi generasi di masa depan.