Punya pacar yang posesif benar-benar makan hati. Apa-apa harus bilang, kemana-mana harus lapor, dan setiap detik akun sosmed kita pasti di-stalkingnya, kadang-kadang bahkan sampai lupa mengurusi diri sendiri. Memang tidak pernah enak hidup diawasi begitu. Rasanya hak sebagai manusia yang bebas seperti direnggut. Untungnya perlakuan seperti ini hanya akan terjadi saat kita punya pasangan posesif.
Benarkah seperti itu? Tidak juga. Ternyata dimata-matai tak hanya terjadi pada kondisi di atas, di beberapa negara tertentu justru yang melakukan aktivitas penguntitan tersebut adalah pemerintah sendiri. Namun, tak seperti pacar yang aktivitas memata-matainya terlihat jelas, pemerintah di beberapa negara melakukan hal tersebut tanpa pernah disadari si subyek.
Amerika Serikat adalah negara yang ketahuan memperlakukan warganya seperti ini. Orang-orang di sana bahkan pernah melakukan semacam demo menuntut pemerintah menghentikan hal tersebut. Julukan Amerika yang bebas jadi tak relevan lagi ketika tahu jika pemerintahannya memata-matai rakyatnya sendiri. Berikut adalah beberapa negara selain Amerika yang juga melakukan hal yang sama.
1. Iran
Iran diketahui memata-matai warganya sejak lama. Bahkan untuk melakukan aksi ini, pemerintah menggandeng Nokia dan Siemens. Tujuan pemerintah Iran memata-matai adalah untuk mendapatkan informasi dan juga agar bisa melakukan tindakan preventif ketika mengetahui indikasi yang tidak baik dan berpengaruh bagi negara.
2. Inggris
Inggris dan Amerika Serikat adalah teman baik. Sebagai teman yang baik, mereka selalu berbagi apa pun, termasuk segala informasi yang dimiliki oleh penduduk masing-masing, yang didapatkan dari aksi memata-matai. Ya, Inggris tak jauh beda dari Amerika memang, bahkan rakyatnya sendiri tahu jika di balik setiap aktivitas mereka, ada mata besar yang mengawasi.
3. Vietnam
Vietnam mungkin tak memiliki sebuah bangun sistem komunikasi kompleks seperti Inggris atau Amerika. Namun, hal tersebut tak menghalangi mereka untuk bisa menguntit warganya. Bahkan Vietnam tidak melakukan ini secara rahasia, melainkan terang-terangan bahkan membuatkan pengumuman untuk itu.
4. Perancis
Sebuah koran Perancis bernama Le Monde menerbitkan sebuah artikel yang isinya menyatakan pemerintah Perancis selama ini telah melakukan aksi mata-mata kepada penduduk. Di dalam artikelnya disebutkan jika mekanismenya sama persis seperti yang dilakukan pemerintah Amerika kepada rakyatnya.
5. Rusia
Rusia mungkin sudah tahunan melakukan aktivitas mata-mata ini. Namun, beberapa tahun terakhir ini pemerintah makin intens melakukannya. Bahkan pemerintah Rusia makin berbenah dengan membuat semacam alat canggih yang gunanya untuk menyadap saluran telepon yang on line secara otomatis.
6. China
China seperti tak benar-benar mendapatkan masalah dalam upaya memata-matai penduduknya. Padahal, jumlah penduduknya adalah 1,3 miliar orang. Namun, mereka sudah tahu jika ini akan jadi pekerjaan rumah berat, akhirnya pemerintah pun merancang semacam sistem canggih untuk bisa melakukan penyadapan secara otomatis.
Indonesia bagaimana? Apakah kita juga dimata-matai gerak-gerik dan aktivitasnya oleh pemerintah? Entah, namun sepertinya hal tersebut tidak terjadi, walaupun kemungkinan untuk itu tetap ada. Tapi yang lucu soal penyadapan di Indonesia adalah kasus beberapa waktu lalu saat telepon penting mantan Presiden SBY ternyata justru bisa dipantau oleh pemerintah Australia. Lucunya, hal ini seperti hilang begitu saja. Padahal ini bisa dibilang seperti menghina. Coba kita ganti sadap mereka, pasti segala ancaman bakal diberikan.