Ada sebuah ungkapan pernikahan yang mengatakan jika apa yang terjadi di kamar, biarlah tetap di sana. Artinya tidak perlu jadi pembicaraan keluar apalagi jadi konsumsi publik. Tapi ungkapan hanyalah sebuah kata-kata, pada kenyataannya tidak lah selalu demikian.
Ada banyak cerita soal istri atau suami yang menceritakan masalah ranjangnya ke publik. Bahkan lebih parahnya lagi, ada yang sampai berbuah laporan ke kepolisian. Misal seperti yang dilakukan oleh seorang pria asal Probolinggo beberapa waktu lalu di mana ia melaporkan sang istri. Lantarannya adalah sang pasangan mengumbar rahasia soal keperkasaannya yang dikatakan berukuran di bawah rata-rata.
Tak hanya itu, masih ada beberapa cerita lain soal urusan ranjang yang berakhir jadi laporan kepolisian. Simak ulasan menariknya berikut.
Suami laporkan istri karena membicarakan ‘peralatan perang’-nya
Seorang pria asal Probolinggo diketahui telah melaporkan istrinya sendiri ke kepolisian atas kasus pencemaran nama baik. Alasannya sendiri adalah karena sang istri berujar ke orang luar jika ‘peralatan tempur’ sang pasangan kecil, bahkan dikatakan juga kalau sang suami tidak tahan lama.
Gara-gara ‘senjata’ yang terlalu besar, mertua laporkan menantu
Berkebalikan cerita dengan sebelumnya, kali ini ada mertua yang melaporkan menantunya ke polisi gara-gara ‘alat perangnya’ yang disebut-sebut berukuran lebih besar dari pria pada umumnya. Bukan apa-apa, hal tersebut diduga sebagai penyebab sang anak atau istri si menantu meninggal dunia. Wah gawat juga ya.
Laporan sang mertua sendiri sebenarnya sudah masuk. Namun karena akhirnya diketahui penyebab kematian sang putri bukan karena suaminya, akhirnya dicabut. Selain lantaran penyakit, sebelumnya sang menantu diminta untuk menunjukkan ‘alatnya’ kepada petugas dan memang tidak seperti dugaan. Kasus ini pun berakhir dengan damai dan saling memaafkan.
Istri ketagihan sembilan kali sehari, suami murka
Urusan ranjang mungkin rata-rata tidak sampai 30 menit, tapi ini kadang bisa jadi alasan seseorang untuk berpisah. Seperti yang dialami oleh seorang pria asal Tulungagung ini. Sebenarnya tak ada yang salah dengan ‘pertempuran’ yang dialaminya, hanya saja pria ini merasa istrinya sangat berlebihan.
Istri kapak kepala suaminya gara-gara dimintai jatah terus
Terlepas dari perdebatan topik soal ajakan suami untuk ‘bertempur’ tidak boleh ditolak, apa yang dilakukan wanita satu ini mungkin cukup masuk akal. Jadi, diceritakan ada seorang wanita yang membacok kepala suaminya gara-gara sang pasangan selalu menuntut untuk melayaninya. Hal yang greget lagi adalah sang istri membacok suaminya pakai kapak.
Fakta lain dari kisah ini adalah adanya dugaan jika sang istri memiliki riwayat keturunan penyakit gangguan jiwa atau depresi.
BACA JUGA: Menguatkan Cinta Suami-Istri dengan Saling Menjaga Privasi
Dari deretan cerita di atas begitu pelajaran yang bisa kita ambil. Misal soal rahasia ranjang yang sebaiknya jangan diobrolkan dengan orang lain. Atau tentang toleransi antar pasangan, di mana suami dan istri harus benar-benar memahami kondisi keduanya jika ingin melakukan hubungan. Semua ini penting untuk keutuhan rumah tangga.