in

Jatuh Bangun Mantan Napi Teroris yang Kini Sukses jadi Pengusaha Kuliner di Solo

Masa lalu yang kelam tak membuat sosok Yusuf Adirima alias Machmudi Haryono patah semangat. Pria 44 tahun itu memang sempat berkubang dengan hukum lantaran terlibat aksi teror bom bersama dengan kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Yusuf pun harus meringkuk di tahanan setelah ditangkap oleh Densus 88 Polri

Kini, dunia tersebut telah ditinggalkannya dengan memulai kehidupan yang baru. Sebagai mantan teroris, tak mudah bagi Yusuf saat kembali berada di tengah-tengah masyarakat. Stigma tersebut seolah melekat hingga dirinya kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Kini, ia justru dikenal sebagai pengusaha kuliner yang sukses. Kisahnya pun sangat menarik untuk disimak.

Stigma mantan napi teroris yang membuat dirinya kesulitan mencari kerja

Menghirup udara bebas sebagai masyarakat normal, tak lantas membuat Yusuf dengan mudahnya menyesuaikan diri dengan lingkungan. Stigma sebagai mantan napi kasus terorisme yang melekat, membuat dirinya sempat kesulitan mencari pekerjaan. Dirinya pun harus berjuang keras pada saat itu.

“Kalau secara normatif sebenarnya saya bekerja sulit, karena pegawai negeri enggak mungkin. Kemudian coba pegawai wiraswasta. Pertama tentu belajar ke orang lain, ikut di rumah makan orang. Cuci piring, melayani, order, kasir, itu tahapan-tahapan yang saya lalui sampai 2 tahun setelah bebas ,” ucap Yusuf yang dikutip dari Kumparan.com (18/06/2018).

Mulai merintis bisnis sendiri hingga akhirnya sukses

Usai menimba ilmu di sebuah rumah makan, Yusuf kemudian memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri. Terlebih, dirinya juga telah memiliki kemampuan memasak. Klop sudah. Kuliner dengan menu ayam, bebek, dan iga, menjadi andalannya untuk menggaet pembeli. Usahanya itu kemudian berkembang secara perlahan.

Yusuf dan kuliner di restoran miliknya [sumber gambar]
Setelah sekian lama berusaha, Yusuf kini dikenal sebagai pemilik Dapoer Bistik di Solo. Meski didirikan oleh mantan napi kasus terorisme, masyarakat justru memberikan dukungannya kepada Yusuf. Bahkan, usaha kulinernya itu mampu memberikan lapangan kerja bagi orang lain.

Kisahnya yang inspiratif menjadi sarana untuk memberantas radikalisme

Praktis, Yusuf kini telah berhasil mengubah kehidupannya. Masa lalu yang kelam sebagai mantan teroris, telah dikuburnya dalam-dalam. Sukses sebagai pengusaha kuliner, pria asal Jombang, Jawa Timur tersebut ikut berperan aktif dalam upaya deradikalisasi. Membantu mereka yang dulu pernah terlibat terorisme untuk berubah.

Yusuf bersama karyawannya [sumber gambar]

Untuk mengakomodir kegiatannya, Yusuf kemudian membentuk komunitas dengan rekan-rekannya di Jawa Tengah yang bertujuan untuk menepis upaya radikalisme dan bahaya tentang tindak terorisme di masyarakat. Tak heran jika dirinya kerap mengisi acara berupa sharing bersama, dan memberikan motivasi, atau sekedar berbincang-bincang.

BACA JUGA: 5 Tokoh Pemberontak Indonesia yang Kini Hidup Sukses Setelah Kembali ke Pangkuan NKRI

Kisah kelam di masa lalu bagi seorang Yusuf memang telah memberinya banyak pelajaran hidup. Tak ingin larut dalam ketidakastian, perlahan dirinya bangkit hingga dikenal sukses menjadi pengusaha kuliner dengan perjuangan yang tidak mudah. Setidaknya, hal tersebut bisa menjadi contoh bagi mantan napi terorisme bahwa masih ada jalan dan kesempatan untuk berubah.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Kisah Mbah Lindu, Penjual Gudeg Tertua di Jogja yang Kisahnya Diabadikan oleh Netflix

Bisa Berbahaya, Sebaiknya Hal Ini Tak Usah Diadakan Saat Kegiatan Pramuka