in

Tak Hanya Aksi Suporter, Hal Menakjubkan Ini juga Jadi Penghias Laga Timnas U-19

Mengahcurkan sekat perbedaan [Sumber Gambar]

Berbicara mengenai sepak bola Indonesia, atmosfer dan gairah para penonton pastinya langsung melintas di kepala. Bahkan hal tersebut menjadi kesan pertama yang kerap terlontar dari mulut para bintang dunia yang datang ke tanah air. Berkat kondisi ini juga banyak pemain luar negeri memilih Indonesia dari pada negara kawasan Asia Tenggara lain untuk melanjutkan karier. Kegilaan dan antusias tinggi juga baru-baru ini tercermin di pertandingan Timnas U-19.

Bermain jauh dari ibukota yakni di Sidoarjo animo masyarakat dari penjuru daerah tetap tinggi. Hal ini dibuktikan dengan selalu terisi penuhnya Stadion Delta Sidoarjo. Dilansir laman Kompas, rata-rata hampir 100 ribu penonton hadir untuk menyaksikan laga Garuda Muda di Piala AFF U-19. Berkat dukungan tersebut banyak hal menakjubkan didapatkan saat menonton Timnas langsung. Bahkan lantaran itu stadion memiliki nilai positif yang luar biasa. Seperti apakah hal itu? Simak ulasannya berikut.

Lebih dari ratusan pendukung Timnas menyanyikan lagu kebangsaan

Sudah bukan rahasia lagi apabila hadirnya Timnas juga salurkan jiwa nasionalisme kepada penonton di stadion. Hal tersebut bisa terjadi lantaran dalam setiap laga para pendukung ikut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya. Pada umumnya tua, muda, dan semua kalangan akan larut dalam menggemakan alunan nada lagu negara kita itu. Bayangkan apa yang terjadi berkat kondisi tersebut? Ya betul, rasa cinta terhadap tanah air akan timbul dan semakin tambah tinggi. Bahkan mereka akan menemukan arti penting lagu Indonesia untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menghilang sebuah rivalitas yang kerap menghancurkan perdamaian

Menghilangkan sebuah rivalitas [Sumber Gambar]
Selain timbulnya sikap nasionalisme, mereka yang datang ke stadion juga disuguhkan dengan sebuah kerukunan. Para pendukung yang biasanya dibedakan warna-warna klub yang dicinta akan hadir dengan satu kostum yakni merah putih. Bahkan rela menanggalkan sebuah rivalitas yang mengakar kuat bertahun-tahun demi Timnas. Nyanyi bersama dan duduk jadi satu menjadi sebuah gambaran indah sepak bola Indonesia yang harus selalu dikampayekan di kemudian hari. Tak jarang mereka juga saling tolong saat berada di dalam atau luar stadion.

Menyatukan semua elemen dan menangkal perbedaan ras, suku dan agama

Mengahcurkan sekat perbedaan [Sumber Gambar]

Tidak hanya sebuah rivalitas yang bisa dihilangkan, tapi juga menangkal sebuah perbedaan ras, suku, dan agama. Seperti yang telah kita ketahui Indonesia memiliki sebuah keragaman yang luar biasa. Dari ujung Sabang sampai Merauke memiliki budaya-budaya, asal muasal, dam kepercayaan berbeda-beda. Namun berkat Timnas hal itu semua hilang, mereka berubah jadi satu yakni suporter pendukung Timnas Indonesia. Bahkan berkat hal tersebut mereka duduk berdampingan, mendoakan yang terbaik bersama demi kemenangan Tim Merah Putih. Hal ini menjadi sebuah hal menarik di tengah krisis perpecahan yang baru-baru ini kerap mengancam.

Menghilangkan sebuah kelas sosial antara penduduk di Indonesia

Menjadi satu demi Timnas [Sumber Gambar]
Sisi lain yang didapatkan saat datang langsung ke stadion adalah hilangnya strata atau sebuah kelas sosial di masyarakat. Baik mereka yang tukang becak atau bos duduk ditempat sama yakni stadion. Persatuan antara mereka memunculkan sebuah harmonisasi yang begitu indah. Kalau biasa banyak yang pilih-pilih untuk berteman, saat mendukung Timnas mereka menjadi satu. Tak jarang juga mereka bertukar makanan atau bernyanyi bersama agar bisa memberikan dukungan untuk para pemain tim merah putih yang berlaga.

Luar biasa sejatinya menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan hal-hal positif tersebut. Dan dari situ kita bisa belajar apabila hadirnya Timnas bukanlah hanya sekadar kesebelasan sepak bola saja. Lebih dari itu mereka adalah simbol dan kebanggaan untuk negara ini. Jadi akan sangat hebat lagi bila mereka dikembangkan dengan sepenuh hati.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Fitri Tropica dan Nikita Mirzani Putuskan Berhijrah di Hari yang Sama, Intip Cerita Keduanya

Dari Macan Sampai Madura, Ini 4 Mobil Mahal Luar Negeri yang Terinspirasi dari Indonesia