Categories: Trending

5 Bukti Bagaimana Malaria Telah Mengubah Dunia

Malaria adalah salah satu penyakit tertua yang pernah pernah diketahui. Sudah ada catatan mengenai penyakit ini sejak 3.500 tahun lalu ketika melanda Bangsa Mesir Kuno. Parasit ini tidak ditemukan sampai tahun 1880. Kemudian baru pada tahun 1897 diketahui bahwa nyamuk adalah pembawa parasit tersebut.

Meski malaria bisa disembuhkan dan sudah dimusnahkan di beberapa negara, tapi masih saja ada orang yang terkena penyakit ini. Bahkan jika tidak segera dirawat, penderitanya bisa dipastikan meninggal dunia karena mengalami kerusakan otak atau organ. Karena malaria sudah hidup begitu lama, artinya penyakit ini juga punya andil besar dalam terbentuknya sejarah.

1. Jatuhnya Kerajaan Romawi Barat

Pada tahun 476 Masehi, kekaisaran Romawi berat telah semakin mendekati akhirnya. Kejatuhannya ini diperkirakan sudah dimulai sejak tahun 184 Masehi setelah kematian Marcus Aurelius. Sejak kematiannya, kerajaan mengalami kemunduran terus menerus. Dari hasil penelitian DNA, munculah teori bahwa hal tersebut dikarenakan oleh wabah Malaria.

Pertempuran [Image Source]
Hasil penelitian pada tulang dari tahun 450 Masehi menunjukkan orang tersebut sakit malaria. Artinya, penyakit tersebut sedang menyebar pada saat ini. Hal ini masih berhubungan dengan teori bahwa ada epidemi besar yang menyerang penduduk Romawi Barat.

2. Perbudakan di Amerika Selatan

Ada alasan tertentu mengapa Amerika Selatan menggunakan orang-orang dari Afrika sebagai budak. Apalagi perjalanan antar benua bukanlah hal yang mudah, memakan banyak biaya, dan jelas tidak efisien. Nah, salah satu alasan mungkin terjadi adalah karena adanya penyebaran malaria.

Perbudakan di Amerika [Image Source]
Ketika orang-orang Afrika dibawa ke koloni Amerika pada Agustus tahun 1619, mereka membawa serta penyakit malaria. Karena di Selatan suhunya lebih hangat dan lembab, nyamuk jadi cepat berkembang sehingga penyakit ini menyebar dengan cepat. Penyakit ini belum pernah dikenali oleh orang Eropa dan Amerika. Namun, orang Afrika sudah punya kekebalan, sehingga mereka tetap bisa bekerja di area yang banyak nyamuk tanpa jatuh sakit. Hal ini pula yang membuat para pasukan pertahanan berusaha mempertahankan sistem perbudakan di Amerika bagian Selatan dan bertahan selama hampir 2,5 abad.

3. Terbentuknya Britania Raya

Tahun 1698, Skotlandia berusaha berdiri sendiri di Dunia Baru. Namun saat itu negara tersebut tengah dalam kondisi buruk karena peperangan puluhan tahun dan harus bertahan karena kelaparan selama 7 tahun. Akhirnya mereka mengirim sekelompok orang untuk ekspedisi dan membentuk koloni.

Penerimaan Acts of Union 1707 [Image Source]
Sayangnya ekspedisi ini gagal. Dari 1.700 orang yang berangkat, kurang dari 300 orang yang bisa kembali ke Skotlandia. Sisanya meninggal dunia karena malaria. Ekspedisi kedua dilakukan dan hal yang sama terjadi. Kegagalan ini membuat Skotlandia semaking bangkrut sehingga menjatuhkan moral negara. Akhirnya Skotlandia setuju menandatangani Acts of Union 1707 yang membuat negara tersebut masuk menjadi anggota Britania Raya. Sebagai bagian dari perjanjian, Inggris bersedia membayar lunas hutang-hutang Skotlandia.

4. Perang Revolusi

Pada masa Perang Revolusi tahun 1779, Inggris memutuskan untuk menginvasi wilayah Selatan koloni. Awalnya Inggris memang sukses, tapi ketika musim panas datang, malaria menyebar sehingga mereka terpaksa mundur demi mencegah terlalu banyak pasukan yang jatuh sakit. Hal ini karena pasukan Inggris dan Jerman sama sekali tidak punya kekebalan terhadap penyakit ini karena mereka tidak tumbuh dengan penyakit ini seperti Amerika.

Perang Revolusi [Image Source]
Tahun 1781, 8 ribu pasukan Inggris menetap di Yorktown, Virginia yang banyak nyamuk. Akhirnya pada bulan September, pasukan Perancis dan Amerika mengepung Yorktown sehingga mereka menyerah setelah tiga minggu karena pasukannya sudah terlalu sakit. Menyerahnya Yorktown ini mengakhiri perang daratan di koloni Amerika.

5. Penjajahan di Afrika

Salah satu obat paling awal untuk menyembuhkan malaria disebut kina. Kina dibuat dari batang pohon cinchona dan awalnya digunakan di Peru tahun 1630. Setelah bangsa Eropa menjajah Amerika Selatan, mereka membawa serta kina kembali ke Eropa.

Penjajahan di Afrika [Image Source]
Dengan obat ini, bangsa Eropa akhirnya mampu berangkat ke Afrika dengan tingkat malaria yang tinggi pada tahun 1870. Memasuki tahun 1900, bangsa Eropa berhasil mengalahkan benua Afrika dan 10 juga penduduknya meninggal dunia dalam proses penaklukan tersebut.

Bukan hanya seorang pemimpin atau orang penting saja yang bisa mengubah sejarah. Bahkan penyakit juga berkontribusi dalam pembentukan suatu negara.

Share
Published by
Tetalogi

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago