Pertemuan bersejarah antara Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar, Sheikh Ahmed Al Tayeb, telah memberikan paradigma yang batru antara dunia Islam dan Kristen. Dilansir dari dunia.tempo.co, kedua tokoh besar itu menandatangani “Human Fraternity Document” atau Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan di Founder’s Memorital di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Konteks “Human Fraternity Document” yang mempromosikan persaudaraan antar manusia, bisa menjadi landasan perdamaian di masa depan di tengah konflik berkepanjangan atas nama agama. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, ada beberapa hal dari peristiwa tersebut yang bisa dipetik dan diteladani oleh masyarakat di Indonesia.
BACA JUGA: 4 Negara Konflik yang Dibuat ‘Adem’ oleh Indonesia, Bukti Negara Kita Serius Menjaga Perdamaian
Perpecahan berlatar SARA yang berujung dengan peperangan, merupakan salah satu faktor penghancur paling utama di negara-negara konflik. Sama seperti kondisi Indonesia yang memiliki penduduk yang datang dari etnis dan suku berbeda, persatuan seperti yang dilakukan oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar, Sheikh Ahmed Al Tayeb di atas, bisa menjadi cerminan bagi kita untuk membangun perdamaian di negeri ini tanpa memandang suku, ras, agama dan hal-hal lainnya.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…