Pangan alias makanan bisa dibilang kebutuhan utama manusia setelah sandang. Nggak makan alias kelaparan bisa membuat seseorang jadi emosi lho. Tapi sebaliknya, salah memilih makanan juga bisa membuat tubuh mudah terkena beragam penyakit. Kalau sudah begini, memilih makanan pun harus ada pertimbangannya. Karena itu, beberapa makanan malah jadi daftar hitam dan dihindari masyarakat.

Sayangnya, beberapa makanan yang berkhasiat malah dianggap buruk lantaran mitos semata. Saking kuatnya mitos di masyarakat, kamu mungkin juga termasuk orang yang menghindari makanan-makanan lantaran takut dampak buruknya bagi tubuh. Nah, berikut ini daftar makanan yang imagenya buruk namun sebenarnya memiliki manfaat segudang.

Keju dengan banyak sekali manfaatnya

Keju [sumber gambar]
Di balik fakta keju yang memiliki kandungan lemak dan kalori yang tinggi, ada segudang khasiat yang diabaikan masyarakat. Nyatanya, keju kaya protein yang jadi sumber utama kalsium untuk kesehatan tulang dan pencegah penyakit osteoporosis. Fungsi lainnya, keju bisa mengurangi kesempatan bagi lemak untuk menumpuk di hati, mencegah kanker kolorektal, dan menurunkan resiko jantung. Bagi kamu yang lagi mengejar body goals, keju juga bagus lho untuk menurunkan berat badan. Untuk wanita, keju juga mencegah nyeri haid, badmood saat PMS. Satu lagi, keju bisa melindungi gigi dengan cara menumpuk zat asam. Sifat asam ini pun berlawanan dengan manis yang menimbulkan sakit gigi.

Makanan yang menghandung karbohidrat

Karbohidrat [sumber gambar]
Demi meraih body goals, banyak orang yang mati-matian menghindari konsumsi nasi, roti, sereal, maupun kentang yang katanya mudah membuat berat badan naik. Tapi perlu diingat, karbohidrat adalah sumber energi utama yang kaya kalium, vitamin C, dan serat. Tanpa konsumsi karbohidrat sama sekali, tubuh seseorang akan mudah lelah dan lemas. Akibatnya, tubuh akan mudah terserang berbagai penyakit termasuk resiko jantung. Proses penyembuhan luka pun terhambat jika tubuh kekurangan karbohidrat. Karena itu, tidak sedikit pelaku diet ketat yang berujung maut sebab tidak mengerti dengan baik fungsi karbohidrat.

Garam yang sering difitnah sebagai penyebab sakit jantung

Garam [sumber gambar]
Bumbu dapur satu ini sering dikambinghitamkan saat seseorang menderita penyakit jantung atau kenaikan berat badan. Hal tersebut memang tidak salah jika konsumsi garam dilakukan dalam kadar yang berlebihan. Tapi menghindari garam sama sekali juga bukan keputusan yang bijak. Sebab faktanya, tubuh kita juga membutuhkan zat ini untuk melancarkan metabolisme, membuat badan rileks, mencegah masalah pernapasan, pembersih mulut alami, penjaga kesehatan pencernaan, serta untuk mempertahankan kelancaran fungsi  saraf dan otot. Karena itu, konsumsi garam dalam kadar ‘cukup’ perlu dilakukan untuk tubuh yang sehat.

Popcorn nggak cuma sekedar cemilan

Popcorn [sumber gambar]
Mengunyah cemilan satu ini memang nggak  pernah buat kita jadi bosan. Sampai-sampai, seberapa pun banyaknya tetap saja nggak berasa kenyang. Karena itu, banyak yang mencurigai popcorn sebagai makanan tak sehat sebab diam-diam menggemukkan badan. Padahal, hasil penelitian di University of Scranton, Pennsylvania menunjukkan bahwa kandungan polifenol pada keju lebih banyak ketimbang pada buah dan sayuran.  Selain itu, manfaat lainnya adalah untuk mencegah osteoporosis, penyakit jantung, neurodegenerasi, dan menangkal berbagai jenis kanker. Tapi harus diingat, konsumsi popcorn ini tidak perlu ditambah garam, minyak, atau zat tambahan yang tidak sehat.

Coklat ternyata banyak manfaatnya

Coklat [sumber gambar]
Kamu tentu sering mendengar ibu-ibu melarang anaknya untuk memakan coklat agar tidak sakit gigi, bukan? Ya, sebab jika dikonsumsi berlebihan coklat memang memiliki efek negatif bagi tubuh. Namun jika dikonsumsi dalam jumlah cukup, makanan ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Kandungan zat flavanol dalam coklat memiliki efek antioksidan yang mampu mengurangi kerusakan sel. Selain itu, coklat juga mencegah penyakit jantung, menjaga stabilitas tekanan darah, penurun kolesterol, serta anti depresan.

Telur pun fungsinya bejibun untuk tubuh

Telur [sumber gambar]
Sebagian orang enggan mengonsumsi telur lantaran memiliki kadar kolesterol tinggi pada bagian kuningnya. Padahal faktanya telur memiliki beragam manfaat yang sayang dilewatkan. Mulai dari sumber protein, mineral, dan memiliki kandungan lutein dan zeaxanthin yang berperan sebagai antioksidan.  Menurut American Optometric Association, telur juga bermanfaat bagi kesehatan mata dan melawan kondisi kronik yang bisa menyebabkan hilangnya fungsi melihat (degenerasi macula) lho. Satu yang paling mengejutkan, telur pun memiliki manfaat sebagai pengatur berat badan. Bahkan jika rutin dikonsumsi, telur bisa mencegah risiko serangan jantung koroner.

Kopi Berkafein

Kopi [sumber gambar]
Di masyarakat, anggapan bahwa kafein pada kopi bisa membuat kepala pening masih sering diperbincangkan. Beberapa kalangan bahkan beranggapan jika konsumsi kopi dikatikan dengan beberapa penyakit serius seperti kanker payudara dan pankreas. Nyatanya, Badan Penelitian Kanker Internasional Organisasi Kesehatan Dunia dalam The Lancet Oncology menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara kopi dan berbagai kanker. Justru sebaliknya kopi berpeluangan membantu menurunkan kemungkinan pengembangan kakner tertentu seperti kanker rahim. Selain itu, konsumsi kopi pada usia paruh baya dapat mengurangi kemungkinan penyakit demensia dan Alzheimer. Meski begitu, konsumsi kopi tidak boleh lebih dari 400 mg kafein per hari atau sekitar empat cangkir.

Ikan

Ikan [sumber gambar]
Di masyarakat kita, lauk pauk yang terbilang populer masih saja ayam dan daging sapi. Mau itu acara keluarga atau formal, daging ayam dan daging sapi masih mendominasi. Kemunculan lauk ikan bisa dibilang hanya sesekali. Padahal, ikan memiliki gizi dan nutrisi yang lebih baik ketimbang daging. Kandungan protein tinggi, omega 3, asam DHA, EPA, adalah zat-zat yang dibutuhkan agar seseorang ber-IQ tinggi dan terhindar dari penyakit skizofrenia. Selain itu, ikan memiliki keunggulan yaitu aman dikonsumsi orang dari berbagai usia. Beda dengan daging yang harus dihindari usia-usia menengah ke atas.

Minuman Bersoda

Minuman bersoda [sumber gambar]
Minuman bersoda identik dengan tampilan warna-warni dengan berbagai rasa. Umumnya masyarakat menganggap minuman ini sebagai penyebab penyakit batu ginjal, penghilang kalsium dari tulang, dan juga penyebab enamel gigi terkelupas. Namun fakta terbaru yang diungkapkan ahli gizi Jennifer McDaniel, minuman bersoda tidak ada bedanya dengan air. Minuman ini hanya ditambahkan karbondioksida untuk menciptakan asam karbonat. Proses itu tidak menambahkan gula, kalori, atau kafein. Karena itu, yang perlu diperhatikan bukanlah pada karbonasi atau bentuk gelembung soda. Namun apakah pada minuman itu menambahkan zat gula atau tidak.

Kacang Lentil

Kacang [sumber gambar]
Pasti kamu nggak asing ya sama opini publik yang kebanyakan mengatakan kalau kacang-kacangan penyebab asam urat. Faktanya, kacang yang memiliki kandungan serat tinggi seperti lentil dan garbanzo memiliki banyak manfaat. Hasil penelitian di American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa kacang-kacangan mampu membantu penurunan berat badan, pengurangan persentase lemak tubuh, serta baik untuk kesehatan jantung. Hanya saja, manfaat itu bisa diambil jika kacang tidak mengandum sodium tinggi.

Meski seringkali dianggap memperburuk kesehatan, nyatanya makanan-makanan di atas malah memiliki manfaat yang banyak bagi tubuh. Tapi dengan catatan ya Sahabat Boom, konsumsi  harus dilakukan dalam batas wajar dan secukupnya saja.