Duka mendalam tentunya masih dirasakan oleh pihak keluarga yang kehilangan orang tersayangnya dari insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT610. Hingga sekarang pihak Basarnas bekerjasama dengan TNI AL mengumpulkan satu demi satu puing-puing pesawat serta jasad para korban. Tak hanya itu, Black Box yang menjadi petunjuk penting penyebab kecelakaan juga sudah ditemukan.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama, jika pesawat yang mengangkut 189 penumpang ini tadinya akan menuju Pangkalpinang. Namun, nahasnya burung besi ini harus berakhir di perairan Karawang, tepatnya di Tanjung Pakis yang disebut masyarakat sebagai tempat angker. Kok bisa? Nah, simak terus ulasannya hingga akhir ya.
Jika mau ditelusuri dari akar sejarah, perairan Tanjung Pakis ini memang terkenal sering menelan kapal-kapal yang berlayar di atasnya. Melansir Grid.id, perairan yang masuk dalam Laut Jawa ini merupakan kuburan kapal-kapal karam yang membawa muatan cagar budaya. Mulai dari kapal yang sudah berusia ratusan tahun hingga era modern, banyak sekali yang akhirnya karam di sana.
Lebih jelas lagi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjelaskan bahwa lokasi barang muatan kapal karam (BMKT) di seluruh Indonesia memiliki sisi ekonomi bernilai antara 80 Ribu – 18 juta US Dollar, jumlah yang lumayan bukan?
Jadi, perairan ini memang merupakan kuburan bagi kapal-kapal yang bernasib nahas dan akhirnya harus tenggelam layaknya Lion Air. Mengenai pengangkatan barang-barang muatan kapal tersebut terakhir dilakukan pada tahun 2008 oleh PT Paradigma Sejahtera. Sekali lagi, kita berharap semoga bangkai pesawat ini bisa segera ditemukan. Untuk semua korban juga semoga bisa dievakuasi dan kelak mendapat tempat paling layak di sisi-Nya.