Masa penjajahan Jepang memang dianggap penyiksaan paling sulit bagi Indonesia. Meskipun tidak begitu lama, namun banyak korban yang berjatuhan dan banyak wanita yang dijadikan pemuas nafsu. Hal ini tentunya jadi sebuah luka pelik di masa lalu, padahal sama-sama negara Asia, namun Jepang dulu kala, luar biasa kejamnya.
Tetapi tidak semua orang Jepang di masa kemerdekaan seperti itu. Pasalnya ada pula orang Jepang yang bahkan siap mempertaruhkan jabatannya demi kemerdekaan Indonesia. Namun sayang, karena keputusan itu, nasibnya di negara asalnya jadi menderita. Lalu sebenarnya siapakah sosok orang Jepang tersebut? Simak ulasan di bawah ini.
Laksamana Maeda, peduli anak muda Indonesia
Dalam masa pendudukan Jepang, tak semua orang negeri matahari tersebut itu adalah penjajah. Ya, ada pula sosok-sosok yang peduli akan kemerdekaan Indonesia seperti Laksamana Tadashi Maeda. Bagaimana tidak, pasalnya ketika berada di Indoensia, dia mendirikan Asrama Indonesia Merdeka pada Oktober 1944.
Kabar kejatuhan Jepang juga berasal darinya
Untuk mendapatkan kemerdekaan yang beradulat, tentu bangsa Indonesia membutuhkan suatu momen yang jadi titik baliknya. Hingga akhirnya terdengar kabar kalau Jepang telah menyerah pada sekutu setelah terjadi peristiwa pengeboman dua kota besarnya.
Mempersiapkan kemerdekaan bagi Indonesia
Bisa dibilang kalau Laksamana Maeda juga berkontribusi besar dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Setelah berita jatuhanya Jepang itu, Maeda bahkan menyediakan rumahnya supaya bisa menjadi tempat rapat dan menyusun teks proklamasi. Bahkan ketika menyusun teks bukti kemerdekaan itu, Maeda pula yang mencarikan mesin ketik di salah satu kantor milik Jepang supaya bisa diketik oleh Sayuti Melik.
Di Indonesia dipuja, namun di Jepang lumayan menderita
Maeda mungkin dianggap sebagai sosok pahlawan di Indonesia, namun sayang di Jepang lain lagi ceritanya. Ketika kembali ke Jepang, dirinya sama sekali tidak disambut dengan baik. Bahkan sebelumnya dirinya diinterogasi dalam waktu yang lumayan lama.
BACA JUGA: Kisah Kakek 91 Tahun yang Jadi Saksi Horornya Tentara Jepang di Indonesia
Jasa Maeda memang tak bisa dilupakan, semasa hidupnya dirinya sempat diberi Bintang Jasa Nararya oleh Republik Indonesia. Meskipun orang Jepang, namun dirinya tetap peduli dengan keadaan bangsa kita. Sebagai anak muda, jangan sampai kita melupakan jasa para pahlawan yang telah berjuang sepenuh tenaga.