Era modern saat ini yang menuntut perubahan besar-besaran dalam berbagai bidang, nyatanya tak membuat luntur tradisi kuno yang tetap dipegang oleh kaum-kaum tertentu di muka bumi. Salah satunya adalah penduduk kota kuno Aksum yang berada di Ethiopia, Afrika Timur. Dilansir dari bbc.com, masyarakat ini menolak adanya pembangunan masjid di tengah-tengah mereka.
Layaknya sebuah kota suci, Aksum merupakan rumah dari Ratu Syeba dan Tabut Perjanjian yang disebut dalam Alkitab kaum Nasrani. Benda itu sendiri kini dijaga dengan ketat oleh biarawan setempat. Penolakan adanya bangunan masjid di kota tersebut, ternyata telah berlangsung sejak lama dan tetap berlaku hingga saat ini.
Kota kuno yang menjadi lokasi benda bersejarah yang memiliki nilai religius
Peradaban turun temurun yang menolak adanya pembangunan masjid di wilayahnya
Sempat menjadi kota yang dikenal akan toleransinya yang tinggi
Kaum muslim menuntut keadilan bagi komunitasnya yang juga bermukim di sana
Dikutip dari bbc.com, kaum Muslim mencakup 10% dari populasi Aksum yang secara keseluruhan mencapai 73.000 warga — 85% dari mereka adalah pengikut Kristen Ortodoks, dan 5% sisanya penganut denominasi Kristen lainnya. Meski demikian, para penduduk minoritas ini tidak berpasrah diri. Lewat Organisasi Dewan Regional Muslim yang diisi oleh ulama-ulama Muslim berpengaruh di wilayah Aksum, mereka berupaya untuk berdiskusi pada pemeluk Kristen Ortodoks yang merupakan warga mayoritas, agar diizinkan untuk membangun masjid.
BACA JUGA: 3 Kasus Intoleransi di NKRI yang Buktikan Negara Ini Masih Rentan Ancaman SARA
Selama turun temurun, masyarakat kota Aksum memegang teguh warisan leluhur mereka agar jangan ada agama lain selain Kristen Ortodoks di wilayah tersebut. Bahkan jika hal ini dilanggar, mereka lebih memilih untuk mati karena merasa tidak bisa menjaga tradisi tersebut. Mirisnya lagi, para pejabat di pemerintahan kota menolak berkomentar. Pihaknya hanya berkata bahwa pengikut dua kepercayaan itu hidup berdampingan dengan damai.