Setelah sekian lama menjadi buronan aparat penegak hukum Indonesia, sepak terjang Djoko Tjandra akhirnya berakhir setelah dirinya berhasil ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia. Keberhasilan penangkapan buron kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali itu, tak lain berkat kerjasama antara Polri dan Polis Diraja Malaysia melalui mekanisme police to police.

Malaysia menjadi salah satu tempat pelarian Djoko Tjandra karena memang menjadi lokasi yang nyaman bagi dirinya. Selain memiliki beberapa bisnis yang telah mapan, buronan sejak 2009 itu juga seorang pemilik gedung mewah The Exchange 106. Selengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Pemilik dari gedung pencakar langit The Exchange 106

The Exchange Tower di Malaysia [sumber gambar]
Djoko Tjandra disebut-sebut sebagai pemilik dari gedung pencakar langit The Exchange 106 di kawasan bisnis dan perdagangan internasional Tun Razak Exchange (TRX), Kuala Lumpur, melalui grup usahanya. Informasi kepemilikan tersebut berasal dari hukum Djoko, Anita Kolopaking. Gedung setinggi 445,5 meter yang mencakup 95 lantai ini menjadi salah satu bangunan tertinggi di Malaysia.

Diduga memiliki hubungan erat dengan mantan PM Malaysia Najib Razak

Mantan PM Malaysia Najib Razak [sumber gambar]
Proses pemulangan Djoko ke Indonesia juga sempat mengalami kendala lantaran adanya hubungan khusus dari buronan kasus cessie Bank Bali itu dengan mantan PM Malaysia Najib Razak. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, yang dilansir dari Republika (19/07/2020).

Diterima dengan baik dan menjadi warga kelas 1 di negeri Jiran

Djoko Tjandra saat di persidangan [sumber gambar]
Sosok Djoko Tjandra diterima baik lantaran pengaruhnya yang besar sekaligus sumbangsihnya di sektor bisnis properti yang dianggap mumpuni oleh pemerintah Negeri Jiran. Ditambah dengan kedekatannya dengan mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, Djoko Tjandra termasuk warga kelas 1 di sana.

Bisnis Djoko Tjandra yang menggurita di Malaysia

Sosok Djoko Tjandra yang punya banyak bisnis di Malaysia [sumber gambar]
Gedung mewah The Exchange 106 merupakan bukti betapa besarnya bisnis properti yang digeluti oleh Djoko Tjandra di Malaysia. Dirinya berhasil menguasai bangunan tersebut lewat perusahaan Mulia Group. Tak hanya itu, portofolio bisnis Djoko juga tercatat Menara Hong Leong Assurance (HLA), yang merupakan alamat kantor pusat Mulia Group di Malaysia.

Sempat ingin menjadi warga Papua Nugini

Djoko Tjandra dalam pengawalan petugas [sumber gambar]
Pelarian Djoko Tjandra ke Papua Nugini usai ditetapkan bersalah atas kasus cessie Bank Bali bukannya tanpa alasan. Untuk menghindari masalah hukum, ia berniat pindah kewarganegaraan dari Indonesia ke Papua Nugini pada 2012 dan berubah nama menjadi Joe Chan. Djoko juga dilindungi pemerintah Papua Nugini karena pengaruh besar dari bisnis pengadaan beras miliknya, Naima Agro Industry Limited, yang memonopoli kawasan pesisir Selatan negara tersebut.

BACA JUGA: Bobol Negara Ratusan Miliar, Inilah Sosok Djoko Tjandra yang Licin dan Sulit Ditangkap

Pelarian Djoko Tjandra kini memang telah berakhir setelah ditangkap oleh kerjasama Polri dan Polis Diraja Malaysia. Dirinya pun dibawa ke Indonesia oleh rombongan petugas dengan menggunakan pesawat jenis Embraer Legacy 600 dengan nomor registrasi PK-RJP. Usai diperiksa, Djoko dipindah ke Lapas Salemba untuk menjalani hukuman sebagai warga binaan.