in

Tak Sekedar Medali, Inilah Fakta Hebat di Balik Emas Timnas Korea Selatan

Seperti yang sudah banyak diprediksi sebelumnya Timnas Korea Selatan akhirnya keluar sebagai juara di cabang olahraga sepak bola Asian Games 2018. Berbekal tiga pemain jebolan Piala Dunia 2018 macam Son Heung MinCho HyunWoo, dan Hee Chan Hwang, mereka tampil perkasa dengan menaklukkan Jepang di final dengan skor 2-1. Layaknya nyawa kedua, hasil bagus yang didapatkan punggawa Korsel tersebut bukanlah medali biasa.

Lewat emas tersebut karier pemain Tim Taeguk Warriors U-23 bisa dibilang terselamatkan. Mereka bebas dari sebuah kewajiban negara yang sangat berpotensi mengubur mimpi di olahraga satu ini. Selain hal tersebut emas Korea Selatan masihlah menyimpan banyak fakta yang mengejutkan. Bagaimanakah itu? Simak ulasan berikut untuk mengetahui.

Para pemain dibebaskan untuk tidak melakukan wajib militer

Wajib Militer Korea Selatan [Sumber Gambar]
Kendati tidak bergelimang bonus layaknya atlet Indonesia, namun raihan emas Timnas Korsel sudah jauh lebih membahagiakan dari pada nominal uang besar. Melansir laman BBC, medali yang didapatkan tersebut otomatis meloloskan para pemain Taeguk Warriors dari kewajiban militer. Sebuah kebijakan yang seperti kita ketahui bisa menggulung karier pesepakbola Korsel. Pasalnya mereka yang wajib militer harus mengikuti latihan bela negara, artinya dalam beberapa waktu harus meninggalkan jagad sepak bola. Kondisi yang sangat dimungkinkan bisa merusak karier pemain lantaran tidak aktif mengolah si kulit bundar dalam jangka waktu lama.

Menjadi Timnas terbanyak memperoleh emas di final Asian Games

Korsel lagi-lagi menjadi juara [Sumber Gambar]

Selain sebagai kunci bisa lolos dari wajib militer, emas yang didapatkan oleh Son Heung Min dan kawan-kawan semakin mempertegas bila negara Asia Timur itu adalah rajanya sepak bola Asia. Dalam sejarahnya mereka sudah lima kali menjadi juara di Asian Games. Hasil tersebut menepatkan Korsel menjadi negara terbanyak pengoleksi emas di ajang tersebut. Dilansir laman Kompas, Taeguk Warriors mengalahkan Irak dengan selisih satu emas di urutan kedua. Hebatnya negara ini adalah buah dari bagaimana pengembangan sepak bola di negara tersebut yang terus menunjukkan perkembangan positif.

Emas yang mereka dapatkan menjadi pengulangan empat tahu lalu

Korea Selatan VS Korea Utara [Sumber Gambar]
Bila melihat jauh kebelakang tepatnya empat tahun lalu, prestasi tim identik dengan seragam merah saat ini adalah pengulangan saat di Asian Games 2014 Incheon. Ketika itu di final mereka juga hanya bisa menang tipis atas Korea Utara dengan skor 1-0. Satu-satunya gol yang diciptakan punggawa Korea Selatan diperoleh dari kegemilangan Rim Changwoo memanfaatkan peluang dari sepak pojok Son Hyon Uk. Sontekannya yang tidak terlalu keras sukses merobek gawang Korea Utara di menit 120 +1. Hasil di final tersebut semakin menyempurnakan kiprah Korsel di ajang tersebut dengan catatkan tidak pernah kalah dan kebobolan dari babak fase grup.

Gelar Korea Selatan semakin mempertegas kehebatan tim Asia Timur

Dominasi Negara Asia Timur [Sumber Gambar]
Bila kita mengikuti beberapa pertandingan cabang sepak bola di Asian Games, kegemilangan yang ditunjukkan oleh Korsel ini semakin mempertegas bagaimana hebatnya Timnas asal Asia Timur. Dari bertahun-tahun penyelenggaraannya tim sepak bola kawasan Benua Kuning di sana sukses mencuri 9 kali trofi. Melansir laman Bola, negara kawasan tersebut yang mampu menjadi juara adalah Jepang (2010), Chinese Taipei (1954, 1958), Korea Utara (1978) dan Korea Selatan (1970, 1978, 1986, 2014, dan 2018). Hasil ini berpotensi bertambah lebih banyak lagi, pasalnya Asian Games 2022 diadakan di kawasan Asia Timur.

Apa yang ditunjukkan Korea Selatan ini adalah bukti jika sepak bola di negara tersebut memiliki perkembangan yang luar biasa. Selain itu apa yang diciptakan juga bisa di contoh negara Asi Tenggara dalam mengembang sepak bola lebih baik lagi. Khusus Indonesia berguru ke Korsel pastinya juga bisa menjadi solusi untuk bisa lebih baik lagi.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Niat Nge-Vlog, Bahasa Siswa Trenggalek Ini Bikin Ngakak dan Salah Fokus

Cuci Motor Menggunakan Deterjen, Boleh atau Tidak Nih?