in

Dulu Jadi Pahlawan Negara, Kisah Hidup Soeharto Atlet Nasional Ini Menyayat Hati

Sudah bukan rahasia, apabila banyak atlet yang dahulu membawa harum nama Indonesia kini banyak yang hidup menderita. Segala pengorbanan dan jasa saat jaya seperti terlupa kala memasuki usia senja. Padahal tanpa perjuangan mereka, olahraga Indonesia tidak akan membahana di dalam dan luar negeri layaknya sekarang. Dan salah satu atlet nasional yang menjadi contoh akan hal tersebut adalah Soeharto.

Mungkin kalian tidak asing dengan nama tersebut, namun, Soeharto disini bukanlah presiden kita kedua lho sobat. Orang dimaksud adalah seorang atlet atletik yang pernah meraih prestasi di ajang Far East and South Games for Disabled atau Fespic Games di Australia tahun 1976. Tidak itu saja, pria yang lahir 68 tahun yang lalu tersebut, juga pernah persembahkan emas di berbagai kejuaraan olahraga internasional. Dan hebatnya, Soeharto mencatatkan prestasi dari beberapa jenis olahraga atletik. Mulai dari lari sampai tolak peluru dan lempar lembing.

Prestasi Soeharto [Sumber Gambar]
Sebagai seorang atlit yang terlahir tidak sempurna, pencapaian bapak ini bisa dikatakan sangat luar biasa. Lewat hal itu juga kita tahu apabila Soeharto bukanlah seorang yang sembarangan. Dirinya mampu melawan keterbatasan lewat keyakinan dan sebuah kerja keras untuk negara. Pencapaian-pencapaian manis tersebut agaknya berganti dengan kepahitan hidup setelah ia mulai pensiun. Kehidupannya bisa dikatakan berubah, dari pahlawan olahraga tanah air menjadi seorang terlupa. Walaupun pernah diberi hadiah rumah, namun hal tersebut tidaklah cukup menunjangnya.

Rumah Soeharto [Sumber Gambar]

Hidup yang serba pas-pasan menjadikan kerap merasakan getirnya hidup. Istri Soeharto menjadi satu-satunya teman hidup yang setia menemani kisah pilu tersebut. Dibalik kesusahan itu, Soeharto memiliki profesi sebagai seorang tukang pijat. Pekerjaan yang jelas tak sebanding bila melihat prestasinya yang mampu bawa harumkan nama negara di kacah olaharaga internasional. Lewat hal tersebut pria 68 tak lelah terus mengumpulkan sedikit demi sedikit  uang untuk hidup. Melihat realiti ini akan sangat berbeda bila dibandingkan masa tua atlet di luar sana, yang pada umumnya mendapatkan penghidupan yang layak. Entah siapa yang harus bertanggung jawab, tapi satu yang pasti mereka memang pantas mendapatkan perlakuan lebih baik.

Perhatian Pemerintah [Sumber Gambar]
Namun, dibalik kegetiran ini, istrinya yang jatuh sakit menjadi tamparan begitu keras untuknya. Hingga sempat membuat ingin menyurati presiden demi meminta pertolongan. Sebuah contoh potret kelam bagaimana banyak atlet yang masa tuanya jauh dari kata enak. Seperti halnya laut yang tidak selalu terkena badai, beberapa hari lalu lewat Bapak Imam Nahrawi, Soeharto mendapatkan secuil harapan. Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut memberikan bantuan yang disebutnya sebagai penghormatan. Meski jumlahnya tidak banyak, namun hal tersebut bisa menjadi landasan bagaimana kesejahteraan atlet masa tua harus lebih diperhatikan lagi.

Jasmerah begitulah ucap Soekarno, yang berarti jangan lupakan sebuah sejarah. Mengingat kalimat tersebut seharusnya orang macam Soeharto ini tidaklah dilupakan saat masa tuanya. Kendati tidak masuk dalam daftar tabel gambar pahlawan di sekolah, atlet macam dirinya tetaplah tidak boleh dilupakan. Apalagi lewat merekalah olahraga Indonesia bisa mengaung di kancah internasional.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Foto ‘Nakal’ Iqbaal di Acara WTF Tersebar, Netizen Kecewa, Fans Marah Besar

10 Meme Kocak Kejahilan Masa Kecil dan Sekolah yang Bikin Kamu Gagal Move On