Mungkin membaca judul di atas akan membuat anda bertanya-tanya. Siapa Nyoman Rai Srimben dan apa yang dilakukannya sehingga ia dikatakan sebagai pemrakarsa berdirinya NKRI. Ya, memang, sosok ini lah yang berjasa besar bagi negara kita, Indonesia merdeka berkat jasanya, nama NKRI ditakuti juga karenanya. Untuk apa yang dilakukannya, jawabannya sangat simple namun penuh makna. Ya, sosok inilah yang melahirkan Bung Karno, si Bapak Bangsa atau pun Putra Sang Fajar.
Tanpa seorang Nyoman Rai Srimben yang menikah dengan ayah Soekarno, mungkin sejarah Indonesia akan berubah. Karena Soekarno yang berjuang untuk bangsa kita takkan pernah lahir. Makanya, sangat pantas pula kalau kita menjunjung tokoh satu ini, meskipun Nyoman Rai sendiri mungkin tak pernah menyangka anak yang dibesarkannya itu akan berpengaruh bagi Indonesia.
Jarang ada yang membahas tokoh satu ini padahal ia juga sangat penting. Nah, kali ini Boombastis sudah mengumpulkan berbagai data-data tentang Nyoman Rai Srimben. Jika anda cinta Soekarno, maka tokoh satu ini harusnya lebih dicintai lagi.
Nyoman Rai Ternyata Anak Dari Keluarga Broken Home
Seperti yang tertulis di buku sejarah, Nyoman Rai Srimben lahir dari pasangan I Nyoman Pasek dan Ni Made Liran. Rai Srimben sendiri adalah anak kedua dari pasangan ini, beliau punya satu saudara bernama I Made Pasek. Tentang hidup masa kecil Rai Sramben, hampir tak ada bukti atau cerita apa pun. Namun, menurut tokoh setempat, sang ibunda Soekarno ini dikatakan memiliki masa kanak-kanak yang tidak terlalu menyenangkan.
Kisah Cinta Terlarang Rai Srimben
Rai Srimben hidup dengan lingkungan yang religius dan masih sangat ketat dalam mempertahankan adat. Makanya, ketika seorang pria yang bukan dari golongannya menaruh hati, Rai Srimben bingung. Tapi, cinta sudah kadung melekat, akhirnya Rai Srimben nekat memperjuangkan cintanya.
Kawin Lari dan Dihukum Oleh Belanda
Cinta memang buta, kedua insan ini sangat berbeda latar belakang, namun cinta membuat mereka mau menerjang apa pun. Singkat kata setelah keduanya yakin, kemudian Srimben dan Raden Soekemi menikah, kawin lari lebih tepatnya. Pihak setempat dan Belanda mencium kejanggalan ini dan akhirnya menyidangkan keduanya.
Ketika Sang Penyelamat Indonesia Lahir Kedunia
Soekemi dan Srimben tinggal di Bali cukup lama, lalu kemudian mereka memutuskan untuk pindah ke Surabaya. Sebelum pindah, Rai Srimben sudah melahirkan seorang anak bernama Raden Soekarmini atau yang dikenal di masa depan nanti sebagai Bu Wardoyo. Singkat kata, setelah beberapa lama tinggal di kota Pahlawan, pasangan ini dianugerahi lagi seorang anak.
Mendukung Sang Putra Dengan Segenap Jiwa Raga
Beranjak agak besar Soekarno berpisah dengan keluarga dan tinggal bersama HOS Cokroaminto. Sedih memang yang dirasakan Rai Srimben, namun ia tahu ini adalah yang terbaik. Bolak-balik sang sosok satu ini juga gundah gulana mendengar kabar sang anak. Entah saat mendengar kabar pernikahan Soekarno dengan Inggrid yang berakhir, sampai kabar tentang Bung Karno yang dipenjara Belanda di Suka Miskin.
Pada akhirnya sang Ibunda Bapak Bangsa ini meninggal dalam kedamaian pada tanggal 12 September 1958. Soekarno tentu saja merasa sangat kehilangan. Sosok yang selalu memberikannya banyak pengajaran akhirnya telah berpulang.