“Ada banyak jalan menuju Roma”. Petikan kata-kata barusan rupa-rupanya telah dialami oleh sosok Eko Putro Sandjojo dalam meniti karirnya hingga meraih kesuksesan. Dikenal sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, siapa sangka jika pria kelahiran 21 Mei 1965 itu pernah menjadi loper koran di Amerika Serikat.

Dilansir dari CNN Indonesia, Pekerjaan tersebut ia lakoni ketika masih menempuh pendidikan di negeri Paman Sam tersebut. Namun berkat kerja sampingannya itu, ia berhasil meraih gelar sarjana sekaligus memenuhi kegemarannya untuk traveling. Wah seru ya. Yuk, intip perjalanan karirnya mulai dari bawah hingga dipercaya jadi Menteri.

Jadi loper koran di Amerika Serikat demi membiayai kebutuhan kuliah

Beruntung, sosok Eko muda dikaruniai kecerdasan di bidang akademis. Reputasinya sebagai juara satu di sekolah membuatnya diterima melanjutkan pendidikan tingginya di di AS tanpa tes. Dilansir dari CNN Indonesia, ia di Amerika mengambil jurusan Electrical Engineering, lalu mengambil master (program pascasarjana) di jurusan Finance di University of Kentucky di Lexington (Amerika Serikat).

Menteri Desa yang pernah menjadi loper koran di Amerika Serikat [sumber gambar]
Hidup merantau di negeri orang, membuat otak kreatifnya berputar kencang. Meski mendapat beasiswa US$500 per bulan, Eko menekuni profesi sebagai loper koran gar ia bisa mencukupi kebutuhan selama kuliah di sana. Tak hanya itu, ia juga sempat menjadi teknisi otomotif membetulkan spare part mobil mahasiswa (Indonesia) yang merupakan anak-anak orang kaya. Kerja kerasnya ini berhasil mengantarkan dirinya meriah gelar sarjana.

Sosok cerdas yang sempat menjadi dosen dan berkarir di perusahaan-perusahaan besar

Setelah lulus, Eko sempat berkarir sebagai pengajar dan bekerja sebagai profesional di Singapura dan Malaysia. Latar belakangnya yang merupakan sarjana elektro, membuatnya mencicipi dunia tersebut dengan merakit telepon, dan walkman. Selain di perusahaan elektronika, ia juga bekerja di perusahaan perunggasan. Jabatan sebagai Presiden Director di PT Sierad Produce Tbk menjadi akhir bagi dirinya berkarir di dunia swasta.

Sempat mengajar dan berkarir di perusahaan swasta terkemuka [sumber gambar]
Tak lama setelah karir profesionalnya, ia kemudian terjun ke dunia politik. Dilansir dari Republika, Eko pernah menjabat sebagai Deputi Tim Transisi Jokowi sebelum ditunjuk sebagai Mendes PDTT. Saat itu, ia ia membawahi kelompok kerja di bidang perdagangan domestik, peningkatan ekspor, ekonomi kreatif, dan percepatan pembangunan di Papua.

Terpilih menjadi Menteri Desa dan sukses entaskan 6.500 desa tertinggal

Hingga pada 27 Juli 2016, Eko ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia (Kemendes). Ia terpilih sebagai menteri menggantikan Marwan Jafar jelang reshuffle (kabinet). Dalam konsep kepemimpinan, Eko memiliki prinsip harus mampu mempersiapkan anak buahnya bekerja dengan baik dan sempurna.

Sukses jadi Menteri Desa dan menuai prestasi [sumber gambar]
Salah satu prestasinya adalah, ia dan jajarannya berhasil mengentaskan hampir 6.500 desa tertinggal. Padahal, Presiden Jokowi dalam RPJMN 2014-2019 menargetkan untuk mengentaskan 5.000 desa tertinggal. Itu artinya, Eko berhasil melampaui target yang dibebankan pada Kementerian Desa. “Mudah-mudahan (sampai akhir tahun) bisa 8.000-8.500 desa tertinggal yang jadi maju“, ujar Eko yang dikutip dari wawancara dirinya oleh CNN Indonesia.

BACA JUGA: Dulu Sempat Tidur di Masjid, Siapa Sangka Pria Ini Akhirnya Sukses Jadi Menteri

Kesuksesan yang berhasil diraih oleh sosok Eko Putro Sandjojo di atas, tak lepas dari usaha kerasnya yang tak kenal lelah. Memilih jalan sebagai loper koran, profesi tersebut justru berhasil menyelesaikan pendidikannya dan menyerap banyak ilmu berharga. Tak salah bila kerja kerasnya di masa lalu, mengantarkannya ke posisi sebagai Menteri Desa saat ini.