Masa kecil kerap dianggap sebagai momen yang paling membahagiakan. Entah itu tentang bebas bermain bersama teman, menikmati santapan enak, sampai belajar di tempat yang nyaman. Tapi nyatanya, tidak semua anak beruntung bisa menikmati hari-hari yang sempurna. Dan kemiskinan jadi masalah nomor wahid bagi anak-anak kurang beruntung tersebut.
Salah satunya adalah Joshua, anak usia SD yang belakangan ini kisahnya mengalihkan perhatian netizen. Bocah ini harus merasakan pengalaman pahit saat kecil lantaran kemiskinan. Mirisnya, apa yang terjadi padanya benar-benar bikin iba. Seperti apa kisahnya? Berikut ini adalah cerita selengkapnya.
Makan nasi dengan lauk snack
Seperti umumnya anak-anak di jam istirahat, Choriil, salah satu guru di tempat Joshua belajar memerhatikan sebagian besar murid-muridnya pergi ke luar untuk membeli jajanan. Namun ada pula yang lebih memilih makan bekal yang dibawa dari rumah. Dan saat acara makan bersama dengan beberapa orang muridnya itu, mendadak ada seorang anak yang mencuri perhatiannya. Ya, Joshua.
Bocah yang tetap menikmati santapan meski berlauk snack
Simpati dengan apa yang dialami oleh salah seorang muridnya, Choriil kemudian mengabadikan moment di mana Joshua melahap nasinya. Meski hanya berlauk snack yang sangat sedikit, dalam jepretan yang ditangkap oleh Choriil, terlihat bahwa Joshua sangat menikmati makanannya, atau memang rasa lapar membuat makanan apapun tetasa enak?
Tak sanggup beli lauk karena uang saku hanya 800 rupiah
Tak hanya menangkap momen dalam foto, Choriil juga membuat video berdurasi singkat yang berisi tentang obrolan kecilnya dengan sang murid. Dari rekaman tersebut, Choriil sempat bertanya kenapa si bocah hanya menyantap nasi dan snack saja.
Kisahnya bikin netizen di berbagai dunia terharu
Melalui sosial media yang dia miliki, Choriil pada akhirnya memposting kisah dan video tentang Joshua. Ia tak menyangka jika ceritanya akan viral di berbagai dunia. Bahkan, berkat postingannya, Choriil bisa mengumpulkan donasi untuk membantu Joshua. Uang yang terkumpul juga bisa juga bisa ia gunakan untuk membeli makanan untuk murid-muridnya yang membutuhkan.
Melihat cerita Joshua, setidaknya kita sadar bahwa begitu banyak anak-anak yang kurang beruntung. Semoga dengan ini, kita bisa lebih mensyukuri apa yang kita miliki dan berusaha lebih peka, karena banyak Joshua Joshua lain yang membutuhkan uluran tangan kita.