Sosok petugas Pertahanan Sipil (Hansip) memang jarang terlihat jika dibandingkan dengan satuan lainnya di Indonesia seperti Satuan Pengamanan (Satpam) misalnya. Meski demikian, kiprah dari organisasi yang memakai seragam hijau ini tak bisa diremehkan begitu saja. Ada jasa besar dari Hansip yang mewarnai perjalanan sejarah perjuangan bangsa.

Tak hanya keberadaannya saja yang memiliki nilai historis, tapi kisah dari para anggotanya di lapangan juga menyisakan cerita tersendiri. Mulai dari yang inspiratif, hingga terjerumus pada tindakan kriminal. Selengkapnya, simak ulasan dari Boombastis.com berikut ini.

Nenek Heri Iswanti yang tetap setia mengabdi sebagai anggota Hansip

Heri Iswanti yang telah menjadi anggota Linmas (nama pengganti Hansip) sejak tahun 1989, tetap aktif menjalankan profesinya tersebut. Padahal usianya bisa dibilang tak lagi muda yakni 61 tahun, seperti yang dikutip dari Fimela (23/12/2013). Meski demikian, Heri tetap bersemangat menjalankan tugasnya tersebut.

Heri Iswanti yang tetap mengabdi sebagai Linmas meski usianya tak lagi muda [sumber gambar]
Selama menjalani profesinya itu, banyak suka duka yang telah ia lalui. Mulai dari mendapat ancaman pembunuhan dari preman desa, disepelekan masyarakat, hingga rasa bangga yang ia rasakan karena telah membantu menjaga keamanan lingkungan desa. Bahkan, Heri akan tetap menjadi Linmas hingga dirinya tak lagi dibutuhkan.

Hansip kreatif yang sukses mendaur ulang sampah

Kisah inspiratif lainnya datang dari seorang pemuda bernama Arisandi. Bekerja sebagai Hansip yang menjaga lingkungan warga di Kampung Manis Desa Susukan kec. Cipicung, kab. Kuningan, Jawa Barat, dirinya menjadi sorotan lantaran kreativitasnya mendaur ulang sampah menjadi perabotan yang bernilai ekonomis.

Arisandi (Kanan) dengan kerajinan kursi santai yang didudukinya [sumber gambar]
Gaji sebagai Hansip yang dirasa kurang, mendorong Arisandi mengolah kreativitasnya hingga menghasilkan keuntungan. Ia pun mampu mengolah barang-barang bekas seperti ban motor roda 2 dan 4 bekas menjadi perabotan seperti kursi. Dengan modal Rp 250 ribu, ia menawarkan satu set kursi santai dengan harga Rp 1,5 juta.

Sosok Hansip Wa Brontok yang sempat menghibur netizen

Sosok Wa Brontok sempat viral beberapa waktu lalu lantaran pidato kocaknya yang membuat orang lain gagal paham. Meski terkesan aneh, dirinya telah menghibur banyak netizen di Inonesia lewat rekaman dirinya di YouTube. Terutama pada warga Kampung Sukrawetan, Indramayu, Jawa Barat.

Di tengah kocaknya aksi Wa Brontok, ia dikabarkan menderita sakit berupa benjolan kecil di leher yang membuat tenggorokannya berlubang. Alhasil, dirinya pun jarang terlihat lagi di dunia maya karena sakitnya itu. Hingga pada Senin, 19 Februari 2018, tepat pada pukul 18.48 WIB, ia berpulang ke hadapan Yang Maha Kuasa karena penyakit yang dideritanya.

Kisah Seorang Hansip yang menjadi bandar togel

Gaji Hansip yang dirasa tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membuat salah seorang anggotanya yang bernama Salih gelap mata. Dilansir dari Merdeka (19/10/2014), di pun ditangkap Polisi lantaran menjadi seorang bandar judi togel demi mencukupi kebutuhannya sehari-hari.

Ilustrasi barang bukti sebagai bandar togel [sumber gambar]
Kejadian di atas memang cukup ironis. Peristiwa yang dialami Salih mungkin juga banyak dialami oleh anggota Hansip (kini Linmas) yang lainnya. Di mana pengabdian mereka demi keamanan di tingkat lingkungan RT dan RW tak sebanding dengan gaji yang diberikan. Miris ya Sahabat Boombastis.

Sosok Hansip dalam balutan sinema layar lebar

Sosok Hansip akan terus dikenang lantaran citranya yang lekat sebagai kelompok keamanan yang diterjunkan di desa-desa. Di era Orde Baru, keberadaan Hansip digambarkan dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat sebelum naik ke tingkat kepolisian.

Sosok Bokir dan Dorman Borisman sebagai Hansip di film Suzanna [sumber gambar]
Figur Hansip berhasil diperagakan dengan baik oleh aktor seperti H. Muhammad Bokir Bin Dji’un dan Dorman Borisman dalan film-film horor Suzanna. Di era yang lebih modern, ada sosok pelawak Betawi Malih Tong Tong sebagai Hansip yang telah bertransformasi menjadi Linmas.

BACA JUGA: Terkenal dengan Pidato Gokilnya, Hansip Wa Brontok Dijemput Ajal dengan Kondisi Memilukan

Keberadaan Hansip memang sempat berjaya di era pemerintahan Presiden Soeharto. Namun, popularitasnya meredup sering kejatuhan Orde Baru menuju ke sistem reformasi. Tahun 2002, Hansip berubah nama menjadi Linmas (Perlindungan Masyarakat), yang tetap eksis dengan seragam hijaunya. Meski telah berganti, banyak masyarakat yang masih menyebut mereka sebagai Hansip.