Sosok Soekarno memang menyimpan kisah-kisah unik yang menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan hidupnya. Sebagai tokoh nasional, tak jarang hal-hal yang tak banyak diketahui masyarakat kerap menjadi sorotan dan menarik untuk dikulik lebih dalam. Termasuk salah satunya, tak banyak yang tahu jika bung besar pernah memiliki anjing kesayangan selama hidupnya.
Hewan berbulu ini dipelihara oleh dirinya semasa dalam pengasingan di Bengkulu. Hal ini dikisahkan dalam otobiografi Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat, di mana anjing tersebut diperolehnya dari seorang Belanda yang belajar bahasa Jawa dari Soekarno. Semasa di Bengkulu, Soekarno mencari kesibukan dengan mengajar bahasa Jawa di samping kegiatannya yang lain.
Saking sayangnya, Soekarno bahkan membawa hewan piaraannya itu tidur bersama di malam hari. “Aku memanggilnya dengan mengetuk-ngetukkan lidahku. ‘Tuktuktuk’ dan karena aku tidak pernah memberinya nama, lalu binatang-binatang ini dikenal sebagai ‘Ketuk Satu’ dan Ketuk Dua,” kenang Soekarno.
Pada suatu ketika, salah satu anjingnya diketahui menjilat air yang ada di dalam panci. Anak angkat Soekarno Ratna Djuami yang memergoki kejadian itu pun berteriak panik. Soekarno pun menyuruh dirinya untuk membuang air dan mencuci panci sampai bersih dengan menggunakan sabun dan kreolin. Peristiwa ini ditulis Soekarno pada Pandji Islam edisi Maulid April 1940.
BACA JUGA: Fakta Tentang Peci Soekarno yang Mungkin Belum Kamu Tahu
Seiring dengan pendudukan Jepang atas Indonesia, berakhir pula masa pengasingan Soekarno di Bengkulu. Bung besar pun dipulangkan ke Batavia dan mengajak serta kedua anjing piaraannya, Ketuk Satu dan Ketuk Dua. Meninggalkan sebuah kisah unik selama di dirinya berada di sana.