in

Melihat Mitos Gunung Suru yang Dikenal Sebagai Kerajaan Tuyul, Apakah Benar?

Selain alam yang kaya, punya ribuan destinasi wisata yang cantik, satu lagi yang bisa kita temukan di Indonesia, yakni mitos dan jenis makhluk gaibnya yang beragam. Salah satu yang tak asing lagi di telinga adalah Tuyul. Tuyul sendiri merupakan anak kecil yang sering dipelihara untuk mencuri uang. Banyak sekali orang memelihara Tuyul karena ingin kaya raya dan punya banyak harta.

Salah satu tempat yang konon katanya merupakan istana tuyul adalah Gunung Suru, Sleman. Warga sekitar mengenal Gunung Suru sebagai tempat orang-orang mengambil tuyul untuk dipelihara, kemudian disuruh mencari uang. Seperti apa ya tempat ini? Simak dalam ulasan berikut ini yuk!

Watu Ogal-agil yang menjadi pusat kerajaannya

Watu Ogal Agil [sumber gambar]
Kalau dilihat dari mata orang biasa, tak ada yang istimewa dari daerah Gunung Suru ini. Hanya ada hamparan ilalang dan pepohonan tumbuh di bukit bebatuan tersebut. Nah, salah satu batu itu, yang disebut sebagai Watu Ogal-agil disebut sebagai pusat kerajaannya. Letak watu ogal-agil cukup unik karena berada di ujung pinggir tebing. Dilihat sekilas, seharusnya batu itu tidak akan bisa bertahan di situ dan pasti menggelinding ke bawah. Itulah sebabnya warga setempat menyebutnya watu ogal-agil, yang artinya bergoyang.

Batu tempat meletakkan sesajen

Jalan setapak menuju gunung [sumber gambar]

Karena letaknya di pinggir jurang, maka tak masuk akal kalau batu ini masih bertahan. Bahkan, menurut warga, batu itu sebenarnya pernah jatuh, namun kembali lagi ke tempat semula. Di atas Watu Ogal-agil inilah para peziarah yang mau mengambil tuyul meletakkan sesajen mereka. Kebanyakan orang yang datang ini dari luar wilayah Yogyakarta.

Tuyul yang tak mau dipelihara warga setempat

Pemukiman warga dari Gunung Suru [sumber gambar]
Ternyata inilah sebabnya mengapa kebanyakan pengunjung bukan berasal dari daerah setempat atau Yogyakarta sendiri. Para tuyul ini enggan untuk dipelihara oleh warga sekitar. Mengapa begitu? Menurut kepercayaan, si tuyul akan kembali ke kerajaannya, karena letaknya yang dekat dan di situ dia mempunyai banyak teman, seperti dilansir dari Tagar.id.

Gunung Suru yang belum punya juru kunci

Istana Tuyul [sumber gambar]
Setiap Gunung pasti punya juru kunci –yang pastinya mengerti tentang segala hal yang ada di sana. Juru kunci Gunung Suru sendiri merupakan seorang lelaki bernama Timbul yang tinggal di Desa Watu Adeg. Namun, menurut banyak sumber, juru kunci ini baru saja meninggal dunia belum lama ini. Sehingga untuk sekarang, Gunung Suru sendiri belum mempunyai juru kunci yang baru.

BACA JUGA: 8 Makhluk Halus Mengerikan Ini Konon Masih Dipelihara oleh Banyak Orang Indonesia

Fenomena tantang ngingu (memelihara) tuyul sendiri sudah berlangsung sejak zaman dahulu. Bahkan, bagaimana cara kerja tuyul ini banyak diceritakan di dalam sinetron. Namun, karena tuyul ini masih anak kecil, maka siapapun yang sudah memeliharanya harus memberi makan berupa susu ibu (ASI). Selain itu, orang yang mau kaya tak jarang juga harus memberikan tumbal.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

5 Hal Penting dari Kerusuhan India, Salah Satunya Kibarkan Bendera Hanuman di Menara Masjid

Membandingkan Kekuatan Militer India versus Indonesia, Siapa yang Lebih Unggul?