Ada banyak sekali hal yang unik dan menarik dari pelantikan Presiden Republik Indonesia pada Minggu (20/10) kemarin. Melangkahnya Joko Widodo sebagai presiden priode kedua kalinya ini mendapat banyak sambutan dan selamat dari berbagai negara. Beberapa kepala negara bahkan datang langsung ke Istana Negara.

Nah, salah satu yang menarik perhatian adalah Kerajaan Eswatini. Belum pernah dengar kan? Sama, banyak kok memang yang belum tau dengan negara ini. Kerajaan Eswatini sendiri merupakan negara kecil di selatan Afrika yang tidak memiliki pantai. Negara ini juga bisa disebut dengan nama Kerajaan Swaziland. Fakta lebih banyaknya silakan simak dalam ulasan berikut ini.

Asal usul nama Kerajaan Eswatini

Raja Eswatini [sumber gambar]
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa Eswatini punya nama lain yaitu Swaziland. Nama tersebut merupakan nama kolonial dari negara itu, yang mereka gunakan selama 50 tahun pertama sejak diperolehnya kemerdekaan. Kemudian, pada bulan April 2018 lalu, Raja Mswati III memutuskan untuk menghidupkan kembali nama Swati di negara itu, eSwatini, dan mengumumkan untuk menghibur banyak orang bahwa negara itu akan dinamai Kerajaan eSwatini, seperti dilansir dari Liputan6.com.

Raja Eswatini punya 14 orang istri

Para istri raja Eswatini [sumber gambar]
Bak raja-raja zaman dahulu kala, pemangku kekuasaan Eswatini ini juga mempunyai banyak istri. Melansir dari Tempo.com, Raja Mswati III yang merupakan raja absolut terakhir di Afrika yang terakhir. Ia diketahui mempunyai 14 istri dan 25 anak. Sebenarnya ada 15 istri, tetapi istri ke-12 diusir karena diketahui berselingkuh. Sebelumnya, sang ayah juga mempunyai banyak istri, yaitu 70 orang. Dalam kunjungan ke Indonesia, Raja Mswati III ditemani oleh istrinya yang ke-14, Siphelele Mashwama. Gaya hidup mewahnya menjadi sorotan lantaran 63 persen dari total 1,3 juta jiwa masyarakat Eswatini masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Tarian adalah identitas dari negara ini

Tarian adalah kunci [sumber gambar]
Setiap hal di negara ini bisa diekspresikan dalam bentuk tarian. Secara singkat, tarian adalah kunci dari segala identitas yang ada di Eswatini. Setiap komunitas pasti akan menyajikan sebuah tarian dalam perayaan yang akan mereka rayakan. Dikutip dari Brilio.net, setiap tahun, 10.000 wanita muda tampil untuk Bunda Ratu di Umhlanga (Reed Dance Festival), sementara para pria mendapatkan giliran mereka di hadapan raja di Incwala, yang berlangsung selama titik balik matahari musim panas.

Larangan untuk para wanita yang ada di negara ini

Kepala dan kaki sapi adalah larangan [sumber gambar]
Setiap negara pasti ada tradisi unik tersendiri. Di Eswatini sendiri, setiap wanita tidak boleh memakan kepala dan kaki sapi, padahal itu bagian paling enaknya yah. Mereka meyakini bahwa perempuan yang memakan otak sapi akan cerdas, memakan lidah akan berbicara kembali kepada suami (menjawab setiap pernyataan suami), serta memakan kaki mereka akan lari. Mungkin, di negara ini, wanita dianggap sebagai kasta kedua, yang lebih rendah daripada lelaki. Di sisi lain, Eswatini juga tidak membolehkan suami membelikan sepasang alas kaki untuk istrinya.

BACA JUGA: Bau Septic Tank Hingga Pantun, Inilah 5 Fakta Unik di Acara Pelantikan Presiden

Tidak hanya itu loh, Eswatini merupakan negara yang masih asri karena ia berbatasan dengan Taman Nasional Kruger. Sehingga ada banyak sekali hewan yang bisa dilihat langsung dari cagar alamnya. Yang paling banyak adalah Badak.