Kekalahan Ronda Rousey pada hari minggu lalu, cukup membuat banyak kalangan terkejut. Bagaimana tidak? Ronda Rousey adalah atlit yang paling bersinar di olahraga Beladiri Campuran atau MMA. Reputasi tak terkalahkannya serta bagaimana dia menjatuhkan lawan lawannya membuatnya disebut sebagai petarung wanita paling dominan dalam sejarah MMA.
Apalagi lawan yang dihadapi olehnya pada hari minggu lalu bukanlah lawan yang cukup terkenal, meskipun Holly Holm juga memiliki rekor yang tak terkalahkan. Meskipun banyak orang yang berkomentar miring tentang Ronda Rousey setelah kekalahan pertamanya tersebut, disinyalir itu tidak akan meruntuhkan nama seorang Ronda Rousey. Berikut adalah beberapa alasan mengapa nama Ronda Rousey akan tetap berkibar.
1. Pencapaian Ronda Rousey Sebelumnya Cukup Gemilang
Hingga hari minggu lalu, catatan rekor Ronda Rousey sangatlah mentereng. 12 kali bertanding dengan 12 kali kemenangan dengan rincian 3 kemenangan KO dan 9 kemenangan dengan tap out (lawan menyerah). Kemenangan tersebut juga dicapai dengan cara yang fantastis di mana lawan-lawannya hanya mampu bertahan dalam hitungan detik atau menit.
2. Ronda Rousey Terkenal Bukan Hanya di Cabang MMA
Ronda Rousey juga dikenal sebagai orang yang multi talenta. Ketenarannya bukan hanya di olahraga MMA saja, tapi sudah merambah ke bidang yang lain. Ronda sempat tampil dalam suatu segment di ajang Wrestlemania milik WWE. WWE sendiri terkenal dengan ‘olahraga’ gulat bebasnya dan Wrestlemania adalah event tahunan terbesar miliknya. WWE sendiri mengatakan bahwa bersedia ‘menampung’ Ronda apabila dia ingin berkarir di dunia gulat.
3. Orang Menyukai Latar Belakang dan Kehidupan Ronda Rousey
Pasca kekalahannya dengan Holly Holm minggu lalu, jumlah fans dan ketenaran Ronda Rousey masih sangat tinggi. Ronda Rousey menjadi atlit wanita paling populer di media sosial, dengan total fans mencapai lebih dari 18 juta. Selain bakat beladirinya, fans banyak mengagumi personality daripada Ronda Rousey.
4. Orang Banyak Menyalahkan Pelatih Ronda Rousey Atas Kekalahannya
Orang juga menilai bahwa pelatih Ronda Rousey menjadi salah satu faktor penentu kekalahan Ronda Rousey. Orang mengkritik sang pelatih, karena tidak memberikan saran yang tepat saat jeda waktu ronde pertama.
"In between rounds her corner told her that she did great, which is crazy talk." @JoeRogan #UFC193
— Rob Sobers (@rsobers) November 15, 2015
Seorang fans juga menambahkan, “Saat Ronda dalam kesulitan, sang pelatih hanya diam. Saat Ronda terdesak dan terjatuh, sang pelatih pun tetap diam. Hanya terdiam saat anak asuhnya terjatuh dan kesulitan bukanlah contoh pelatih yang baik, terlalu brutal”.
https://twitter.com/davedoylemma/status/665930554328481793
Bukan hanya di forum Reddit, kecaman dan kritikan juga muncul di twitter, terlebih setelah sang pelatih mengatakan kalau Holly Holm tampil lebih baik dibandingkan Ronda Rousey. Pengamat juga mengatakan kalau Edmond Tarverdyan, pelatih Ronda Rousey, tidak mempersiapkan Ronda dengan baik.
@RondaRousey needs to replace Edmond Tarverdyan asap. His horrendous game plan, corner advice and coaching is hurting her development. #ufc
— Andrew (@Andywoods2k9) November 16, 2015
Hal ini terlihat dengan pergerakan kaki dan strategi Ronda yang buruk. Contohnya saat Ronda meladeni jual beli pukulan dengan Holm, yang mana strategi ini menjadi blunder. Holm yang merupakan mantan petinju dan kickboxer profesional tentu memiliki pukulan dan tendangan yang lebih baik, serta lebih berpengalaman dalam melakukan hit and run.
"Beautiful work." The moment oblivious to reality Edmond Tarverdyan uttered those words in between rnds to Ronda Rousey his stock plummetted
— Bill Wetzel (@billthebutcher2) November 15, 2015
Ibunda Ronda sendiri mengatakan bahwa Edmond Tarverdyan bukanlah pelatih yang bagus dan hanya mengandalkan keberuntungan saat bekerja sama dengan Ronda Rousey.
5. Ronda Rousey Diyakini Akan Mampu Bangkit dan Menjadi Juara Lagi
Meskipun diberitakan mengalami sedikit trauma dan shock setelah mengalami kekalahan, Ronda Rousey diyakini akan mampu bangkit dan kembali merebut gelar juaranya yang lepas. Hal ini dipertegas oleh Ronda yang mengatakan bahwa dirinya akan kembali tampil prima setelah beristirahat sejenak. Bos UFC, Dana White, sendiri mengatakan bahwa sudah menyiapkan rematch atau pertarungan ulang antara Ronda Rousey dan Holly Holm.
https://www.youtube.com/watch?v=UZ29V3_ZVpw
Selain itu, faktor usia juga menjadi salah satu penentu akan bangkitnya Ronda Rousey. Usianya yang masih muda, yaitu 28 tahun, dinilai sebagai usia yang masih sangat mungkin untuk kembali bersaing di kancah olahraga MMA, di mana para usia kompetitif juara MMA adalah 31-33 tahun. Ronda Rousey juga dikenal sebagai sosok yang keras, pantang menyerah dan selalu berusaha untuk mengembangkan kemampuannya.
Itulah beberapa alasan mengapa kekalahan Ronda Rousey minggu lalu tidak akan banyak berpengaruh pada nama besar nya. Kekalahannya bahkan disamakan dengan moment di mana Mike Tyson kalah pertama kali saat menghadapi Buster Douglas. Tyson yang saat itu datang juga dengan rekor mentereng, harus mengakui kekalahannya dan menyerahkan gelar juara nya kepada petinju underdog atau yang sama sekali tidak diperhitungkan. Namun Mike Tyson mampu bangkit, lebih kuat daripada sebelumnya dan merebut kembali gelar juara, bahkan menjadi salah satu legenda tinju dunia. Lagipula bukankah ada pepatah yang mengatakan, “Juara Sejati lahir saat dia mampu bangkit kembali dari kekalahannya. “