in

Hebatnya Diklat Persib, Kawah Candradimuka yang Telah Hasilkan Pemain Sangar di Indonesia

Pembinaan usai muda, tentu menjadi komponen penting untuk sebuah klub sepak bola. Selain dapat membentuk kesebelasan tambah solid, hal itu juga menggaransi tim bola tidak bakal kehabisan stok pemain hebat. Seperti mengetahui akan hal itu, lewat sebuah diklat, Persib Bandung juga ciptakan wadah untuk pembinaan talenta muda. Berkat kesadaran akan hal tersebut Tim Maung Bandung kini perlahan merasakan hasilnya.

Seperti salah satu contohnya ketika talenta-talenta muda Persib di bawah umur 20 tahun beberapa waktu lalu menjadi yang terbaik di beberapa kompetisi sepak bola junior dan remaja Indonesia. Hasil positif ini jelas menjadi pertanda bagus untuk masa depan tim lebih cerah. Selain itu, kesuksesan Diklat Persib juga menjadi pengobat dari nasib apes Maung Bandung di kompetisi Liga 1 tahun ini.

Terkait Diklat Persib, mungkin banyak dari kalian akan bertanya-tanya apakah itu? Apakah prestasi sebenarnya? Nah, untuk menjawab hal tersebut, kalian bisa menyimak ulasan di bawah ini, tentang bagaimana hebatnya kawah cadradimuka yang juga telah hasilkan pemain sangar Indonesia.

Tempat pembinaan yang menggunakan sistem modern

Sebagai sebuah konstruksi awal dalam mengembangkan pemain muda bisa menjadi hebat, Diklat Persib bukanlah pembinaan abal-abal yang sembrono dalam melakukan pembinaan. Proyek yang sudah ada sejak tahun 2013 lalu ini, menggunakan sebuah sistem modern dalam mengelola talenta-talenta muda.

Pengembangan pemain [Sumber Gambar]
Bernama sports science, para pesepakbola usia 10-16 tahun tidak hanya dikembangkan fisik saja, tapi seluruh bagian penting yang menunjang pemain. Melansir laman Sport.Detik.com, secara umum metode itu dibagi beberapa keilmuan mulai kepelatihan, fisik, kedokteran, fisioterapi dan rehabilitasi, relaksasi, gizi, psikologis, dan peneliti (researcher).

Terintegrasi dengan akademi pembinaan pemain muda klub Eropa

Selain sistem modern yang digunakan, Diklat Persib juga mempunyai kemitraan yang baik dengan tempat pengembangan pemain muda lain. Bahkan saat ini sudah melakukan kerjasama dengan salah satu akademi elite klub Benu Biru. Dilansir Boombastis dari PanditFootball, pembinaan pemain muda yang nantinya masuk Diklat Persib terintegrasi dengan Academy Inter Indonesia.

Akademi Persib Bandung [Sumber Gambar]

Berkat hal tersebut bisa dibilang kurikulum yang mereka gunakan kini berbasis di Centro Sportivo Giacinto Facchetti, Italia. Kondisi ini juga membuat mereka mempunyai standarisasi tinggi dalam merekrut pemain muda bisa masuk ke dalam Diklat Persib.

Lulusan Diklat Persib banyak torehkan prestasi emas

Muara dari sistem pengembangan pemain tadi kini mulai dirasakan oleh Persib Bandung. Kisah-kisah manis menjadi penghias para jebolan Diklat Persib. Salah satu yang ketara adalah beberapa pemain saat ini menjadi tulang punggung Tim Merah. Seperti contohnya adalah Febri Hariyadi, Hanif Sjahbandi, Alfath Fathier dan Ryuji Utomo.

Persib Bandung Juara [Sumber Gambar]
Tidak berhenti disitu saja, baru-baru ini Persib U-19 dan U-16 sama-sama menjadi juara di kompetisi sepak bola usia muda diadakan PSSI. Capaian bagus tersebut juga hadirkan talenta baru pada sosok Syafril Lestaluhu, berhasil menjadi pemain terbaik, dan Beckham Putra meraih gelar raja gol. Hal tentu sangat bagus untuk tim Maung Bandung ke depan.

Diklat Persib melawan keterbatasan

Meski terlihat hebat tapi menurut para oknum terlibat di tempat tersebut, baik Diklat Persib atau Akademi Persib masih jauh dari kata sempurna. Banyak aspek yang masih sangat perlu dibenahi, terkhusus masalah sarana. Menurut Budiman Yunus, penanggung jawab Persib U-16 dan u-19, ungkapnya Diklat ini masih terkendala lapangan, mes tempat penginapan, dan bus mengangkut mereka latihan.

Pemain Berlatih [Sumber Gambar]
Meski terbatas, tutur Yunus semangat pemain muda yang berlatih sangatlah hebat dengan spirit tinggi. Kendala lain yang juga menjadi masalah, adalah kurangnya kesempatan bermain untuk para pesepakbola jebolan akademi atau diklat di Tim Senior. Kebanyakan dari mereka harus rela hijrah ke klub lain untuk mendapatkan menit berlaga, seperti Abdul Aziz ke PSMS Medan, Gian Zola gabung Persela Lamongan dan masih banyak lagi.

BACA JUGA: Kisah Pemain Naturalisasi Indonesia, yang Kini Bakat Besarnya Mulai Dilupakan

Kehadiran diklat Persib dengan sistem yang jempolan, tentu merupakan hal baik untuk sepak bola Indonesia. Selain bakal hadirkan pemain-pemain hebat, dengan pengelolaan baik bibit muda juga bakalan berkembang positif. Tapi, akan tambah baik lagi kalau banyak tim tanah air juga menata pembinaan pemain muda dengan profesional.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Sempat Tenar di Era 90an dan Menderita Sakit, Begini Kabar Gugun Gondrong Sekarang

12 Twit Kocak ‘Nolak Alus’ Ini Dijamin Bikin Ngakak tapi Bisa Dicoba