Kabar mengejutkan datang dari Awkarin beberapa hari lalu. Setelah dunia maya dihebohkan dengan kabar Reza Arap Oktovian menutup kanal YouTube-nya, Awkarin pun melakukan hal yang sama pada akun instagramnya. Hal ini ditandai dengan digantinya nama instagram Awkarin, dari Karin Novilda ke bye bye instagram.
Netizen pun syok, karena dengan 3 juta lebih pengikut yang dimiliki Awkarin, satu hari saja ia bisa menghasilkan jutaan rupiah. Awalnya, netizen mengira tutup akun instagram Awkarin hanyalah sebatas sensasi, seperti yang dilakukan Reza Arap Oktovian. Namun ternyata, apa yang dilakukan Awkarin pasca non-aktif dari kehidupan dunia mayanya sanggup membuat netizen ternganga.
Apa yang sebenarnya dilakukan Awkarin?
Disebut Ratu Endorse tak membuat Awkarin berpikir panjang dengan keputusannya meninggalkan kehidupan selebgramnya. Pemilik nama asli Karin Novilda ini menyatakan bahwa vakumnya ia dari gemerlap dunia maya dikarenakan dirinya ingin fokus melakukan banyak hal dalam kehidupan aslinya. Respon netizen atas pernyataannya adalah “halah, paling hanya pencitraan.”

Sekedar pencitraan di Palu?
Apa yang dilakukan Awkarin di Palu sebenarnya? Apakah hanya sekedar pencitraan? Jawabannya bisa Sahabat Boombastis interpretasikan sendiri dari foto-foto di bawah ini. Meski tidak ada cukup video sebagai bukti yang riil, tetapi menurut penulis, potret yang beredar sudah menjelaskan semuanya.

Tampil no make up untuk menghibur para korban Palu dan Donggala
Jarang sekali melihat Awkarin tampil di depan publik tanpa make up. Mulai dari bulu mata, kontur, hingga lipstick selalu on point setiap harinya. Belum lagi gaya rambut yang kadang bikin geleng-geleng kepala. Kali ini, penampilannya ketika membantu korban Palu dan Donggala sangat sederhana. Ia hanya mengenakan kaos dan celana jeans. Awalnya, Awkarin mengenakan masker ketika melewati beberapa area yang penuh debu dan reruntuhan gempa.

Netizen minta maaf
Selama ini Awkarin selalu dipandang sebelah mata oleh netizen. Meski penghasilannya mencapai miliaran rupiah, banyak yang menginterpretasikan bahwa apa yang dihasilkan Awkarin adalah buah hasil dari kontroversinya yang tak patut dicontoh. Namun, melihat bagaimana akhirnya gadis 20 tahun ini menunjukkan aksinya, netizen seakan kompak untuk tak lagi nyinyir.

Don’t jude a book by its cover mungkin merupakan pepatah yang terlalu umum untuk mendeskripsikan Awkarin. Namun, satu yang pasti adalah setiap manusia berevolusi, mereka pasti akan berubah, entah menjadi yang lebih baik atau makin buruk. Melihat Awkarin yang sekarang, besar kemungkinan ia tengah mencari jati diri untuk terus memperbaiki kualitas dirinya.