Seolah tak ingin menggantungkan pemasukan negara dari sektor perminyakan dan gas, Atab Saudi kini mulai fokus menggenjot industri pariwisata dalam negerinya. Sebagai langkah awal, beberapa kebijakan khusus mulai diterapkan secara perlahan. Salah satunya pernah dibahas oleh Boombastis pada artikel “Aturan ‘Modern’ Ala Arab Saudi yang Membuatnya Semakin Mirip Negara Barat“.
Kebijakan wisata bagi turis asing di Arab Saudi, membuat negara petrodollar itu kian tebuka dan semakin ultrakonservatif. Demi pertumbuhan pariwisata dalam negeri, salah satu kebijakan yang dirasa semakin ‘longgar’ itu adalah, memberikan izin bagi turis yang bukan muhrim untuk menginap di kamar yang sama. Lantas, seperti apa bentuk aturan ‘bebas’ lainnya?
Mengeluarkan visa turis kepada wisatawan asing
Turis wanita tak diwajibkan mengenakan abaya
Pasangan non-nikah diizinkan menginap sekamar berdua
Wanita dewasa lokal Arab Saudi diperbolehkan menginap di hotel sendirian
Pembangunan kota wisata yang membuat Arab Saudi semakin gemerlap
Untuk menunjang kebijakannya di sektor pariwisata, pemerintah Arab Saudi getol menggarap industri tersebut secara lebih serius. Salah satunya adalah pembangunan “kota hiburan” Qiddiya diluncurkan di dekat Riyadh, yang dilengkapi dengan taman hiburan kelas atas, fasilitas olahraga motor dan safari. Tak hanya itu, pemerintah Arab Saudi juga mengumumkan proyek multi-miliar dolar untuk mengubah 50 pulau dan situs murni lainnya di Laut Merah, menjadi resor mewah pada 2017 silam.
BACA JUGA: Mengintip Penjara Mewah Arab Saudi yang Malah Bikin Betah Para Tahanan di Sana
kebijakan Arab Saudi di atas, tak lepas dari keterlibatan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman atau MBS. Menerapkan konsep bernama Visi Saudi 2030, ia ingin agar Arab Saudi mengurangi ketergantungan pada minyak dan melakukan diversifikasi ekonomi. Salah satunya pada sektor industri pariwisata.