Banyaknya bencana yang melanda menandakan bahwa bumi sudah semakin tua, salah satu bencana yang setiap tahun pasti ada yaitu kebakaran hutan. Dalam kurun waktu 2019 ada banyak sekali kebakaran hutan yang terjadi. Mulai dari hutan Amazon, hutan di beberapa daerah di Indonesia, hutan di Rusia, dan sekarang Australia.
Menyambut tahun yang baru, Australia merah membara bak terkena bom atom. Ribuan rumah habis terbakar, jutaan hektar lahan dilalap api, serta ada jutaan spesies yang ikut tewas karena si jago merah. Dari gambar yang beredar di jagad maya, beginilah penampakan memilukannya kebakaran di Australia.
Kebakaran ini sudah terjadi sejak bulan September lalu, namun karena cuaca yang kering dan panas, si jago merah masih terus melalap hutan hingga sekarang

Sang Menteri Transportasi negara bagian itu, Andrew Constance, menyebut kejadian ini sebagai Bom Atom saking menakutkannya

Untuk sekarang, New South Wales adalah bagian yang paling parah. Lebih dari 1.300 rumah hangus terbakar dengan total 24 orang meninggal dunia

Sementara itu di Sydney yang penuh kabut asap membuat ia tak lagi layak dihuni. Daerah tersebut berada 11 tingkat di atas level “berbahaya”

Kebakaran ini memicu munculnya badai api, lebih dari 4000 orang memilih untuk menyelamatkan diri ke pantai

Kondisi Karhutla yang semakin panas membuat Karbon Monoksida sangat tinggi, ribuan warga Australia sudah diungsikan ke tempat yang aman

Penampakan area yang habis terbakar. Untuk saat ini sudah 5,9 juta lahan terbakar 🙁

Potret langit yang merah membara, sama persis dengan langit Jambi saat hutan di Sumatera ludes dilalap oleh api

Wilayah Australia saat ini memiliki temperature udara yang lebih dari 40 derajat celcius. Serem banget kan?

Saat hutan terbakar, yang paling banyak korban jiwa tentu hewan dan binatang yang memang habitatnya di hutan. Duh, kasian 🙁

Ada lebih dari 8000 koala yang mati, selain itu burung, reptile, serta jutaan mamalia lain hangus bersama api

Dalam hal ini, Perdana Menteri Australia dikecam banyak orang karena tindakannya yang tetap mempertahankan tambang batu-bara
