in

Kazuko Fukuda, Buronan Selicin Belut Selama 15 Tahun karena Operasi Plastik 7 Kali

Kazuko diketahui telah mengganti identitasnya sebanyak 20 kali [sumber gambar]

Seorang perempuan yang berasal dari Jepang, mengalami masa kecil yang suram. Kehidupan keras sejak dini, membuatnya melakukan hal yang tak terduga. Tak hanya berjudi, ia bahkan tega membunuh sahabatnya sendiri.

Uniknya, ia berhasil lolos dari kejaran polisi dan menjadi buronan selama 15 tahun. Ia dikenal sebagai wanita 7 wajah, yang membuatnya bisa tak dikenali polisi karena melakukan operasi plastik. Berikut adalah kisah lebih lengkapnya tentang Kazuko Fukuda.

Masa kecil yang kelam

Kazuko Fukuda lahir pada tahun 1948 di kota Matsuyama, Jepang. Ayahnya sudah lama meninggalkan Kazuko dan ibunya hingga mereka berdua kesulitan ekonomi. Akhirnya, ibu Kazuko menjadikan rumah mereka menjadi rumah bordir, yang melayani para lelaki. Kazuko juga sudah menjadi penghibur sedari kecil demi mendapatkan uang.

Kazuko Fukuda menjadi buron selama 15 tahun [sumber gambar]
Pada tahun 1966 saat usia 16 tahun, Kazuko pernah ditangkap polisi karena kasus perampokan di rumah pejabat yang dilakukan bersama kekasihnya. Selama di penjara, ia menerima perlakuan yang tidak pantas dari para penghuni lapas yang lain. Ia bebas setelah 2 tahun di penjara. Setelah bebas, dia akhirnya menikah dengan seorang nelayan namun tidak bertahan lama.

Sempat membaik, Kazuko kembali ke lubang hitam

Setelah setahun perceraiannya, ia menikah dengan pria kaya. Kehidupannya menjadi lebih baik dan dikaruniai 2 orang anak. Namun sayangnya kebiasaan buruk Kazuko muncul kembali, yaitu berjudi, minum minuman keras, dan berfoya-foya. Akhirnya, uutang Kazuko pun mencapai 30 dollar, hingga membuatnya bekerja kembali menjadi wanita penghibur.

Kazuko diketahui telah mengganti identitasnya sebanyak 20 kali [sumber gambar]

Saat itulah ia bersahabat dengan Atsuko, sesama peghibur yang usianya lebih muda dari Kazuko. Pada 19 Agustus 1982, Kazuko berniat meminjam uang kepada Atsuko. Namun ditolak karena saat itu Atsuko beralasan ingin membuka usaha sendiri dan membutuhkan banyak biaya. Kazuo pun marah mesar kepada Atsuko.

Operasi plastik jadi jalan ninja untuk kabur dari polisi

Kazuko yang marah dan gelap mata, akhirnya mencekik Atsuko dengan pita kimono hingga tidak bisa bernapas lagi. Ia merampok semua barang berharga Atsuko dan pergi menghindari kejaran polisi. Ia pun melakukan operasi plastik untuk mengubah wajahnya, namun secara bertahap hingga 7 kali. Dimulai dari operasi kelopak mata, kemudian hidung, hingga bibir.

Kazuko mengganti wajahnya sebanyak 7 kali dengan operasi yang dilakukan bertahap pada bagian mata, hidung dan bibir [sumber gambar]
Kazuko melakukan operasi plastik ini di berbagai rumah sakit yang berbeda. Ia juga mengganti identitasnya sebanyak 20 kali, hingga kasusnya berjalan hampir15 tahun lamanya. Hal mnegejutkan lainnya adalah polisi tidak dapat megnenali Kazuko saat berhadapan dengannya, lantaran wajahnya sudah berubah total.

Penangkapan Kazuko

Polisi mengadakan sayembara, barang siapa yang dapat menemukan Kazuko akan diberi umbalan sejumlah uang. Mereka juga menyebarkan ilustrasi foto serta rekaman suara Kazuko. Hingga pada akhirnya, pada 29 Juli 1997 sebelum kasus pembunuhan Atsuko resmi ditutup, polisi berhasil menangkap Kazuko di Fukui, Jepang.

Poster sayembara yang diedarkan oleh pihak kepolisian [sumber gambar]
Kazuko ditangkap pada saat karaoke dan saat itulah pemilik tempat tersebut mengenali suaranya dan melapor pada polisi. Ia pun ditangkap dan dihukum dengan hukuman penjara seumur hidup.

BACA JUGA: Sembunyi di Dalam Koper, Ini 5 Fakta Bos Nissan yang Kabur dari Jepang karena Jadi Buronan

Siapa yang bakal menyangka Kazuko memilih mengubah total wajahnya sebagai jalan ninja agar tak tertangkap polisi? Meski penangkapannya memakan waktu lama, tapi berkat kerja sama polisi dan warga sipil, kasus pembunuhan Atsuko segera tercerahkan.

Written by Terry

Nikahi 53 Perempuan, Pria di Arab Ini Dijuluki Raja Poligami Abad Ini

10 Potret Jevo Batara, Polisi Ganteng dengan Segudang Prestasi yang Digandrungi Kaum Hawa