Baru-baru ini masyarakat Indonesia dibuat heboh dengan munculnya berita tentang group facebook yang yang beranggotakan pelaku pedofilia. Group yang bernama Official Candy’s Group itu ternyata selama ini sudah digunakan untuk wadah berbagi gambar dan video dengan konten pornografi anak. Parahnya lagi group yang dibuat oleh pria asal Jawa Timur itu ternyata berjejaring dengan kelompok lain di negara-negara asing.
Berbicara mengenai kasus pedofilia, memang sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Dan mungkin yang kali ini ditemukan bisa dibilang paling besar karena melibatkan ribuan orang dan secara terang-terangan dibahas dalam sebuah forum. Sebagai pengingat, berikut ada beberapa kasus pedofilia yang sudah terjadi beberapa tahun belakangan dan tak kalah meresahkan.
Wisatawan Bali
Bukan rahasia lagi bahwa sepertinya Bali sudah menjadi daerah dengan kasus pedofilia terbanyak di Indonesia. Pelakunya pun tak hanya mereka yang berasal dari Indonesia tetapi juga para wisatawan asing. Bahkan ada yang berpendapat bahwa pulau ini menjadi gudangnya turis melakukan kejahatan ini. Dimulai saat 2001 lalu seorang warga Italia divonis 9 bulan penjara karena melakukan tindakan asusila pada 9 anak di Buleleng dengan modus memberikan uang dan pakaian.
Koordinator pedagang asongan Jakarta
Tahun 2010 lalu juga muncul pemberitaan tentang seorang pria berusia 48 tahun yang melakukan tindakan asusila pada belasan anak jalanan di Jakarta. Tersangka bernama Baekuni atau yang biasa dikenal dengan nama Babe ini merupakan seorang koordinator anak-anak pengamen jalanan dan pedagang asongan.
Dokter palsu Surabaya
Surabaya juga menyimpan kasus kelam pedofilia yang berhasil dibongkar pada tahun 2014 kemarin. Pelakunya merupakan seorang pria berusia 37 tahun bernama Tjandra Adi Gunawan yang akhirnya divonis hukuman empat tahun penjara. Berbeda dengan pelaku lain yang biasanya memberikan iming-iming uang atau makanan pada korban, pria ini memilih untuk menjadi dokter palsu.
Kepala sekolah Langkat
Kasus lain datang dari sebuah Sekolah Dasar yang terletak di Kecamatan Wampu, Langkat, Sumatera Utara. Cerita bermula saat ada orang tua murid yang melaporkan kepala sekolah tempat anaknya belajar karena diduga melakukan pelecehan terhadap anaknya. Menurut ibu korban sang kepala sekolah menyalahgunakan jabatannya untuk melakukan kejahatan itu.
Pemuda-pemuda Bengkulu
Pada pertengahan 2016 lalu muncul juga kasus tang tak kalah menggemparkan dari Desa Padang Ulak Tanding, Bengkulu. Saat itu muncul kasus perbuatan asusila terhadap remaja berusia 14 tahun bernama Yuyun. Kejahatan yang dilakukan oleh 14 pemuda tersebut terjadi saat Yuyun pulang dari sekolah.
Kasus-kasus di atas sepertinya hanya segelintir saja dari apa yang pernah terjadi di Indonesia. Melihat hal itu nampaknya mudah sekali bagi pelaku membujuk anak-anak untuk memuaskan hasrat mereka. Agar kasus serupa tak lagi terjadi di lingkungan kita alangkah lebih baiknya orang tua mulai memberikan pengetahuan pada anak agar terhindar dari hal demikian dan juga lebih waspada terhadap sekeliling.