Belakangan ramai perbincangan mengenai dugaan eksploitasi yang dialami mantan karyawan sebuah perusahaan animasi yang berbasis di Jakarta. Ialah Brandoville Studios, yang tengah menjadi sorotan karena kasus eksploitasi yang melibatkan co-owner perusahaan, Cherry Lai. Kasus ini mencuat pertama kali ke publik setelah beberapa mantan karyawan membagikan pengalaman tak mengenakkan mereka melalui media sosial. Berikut ulasan selengkapnya.
Mantan Karyawan Ungkap Kekerasan di Brandoville Studios
Brandoville Studios diketahui terlibat dalam sejumlah proyek gim terkenal seperti Final Fantasy dan The Last of Us. Ken Lai dan istrinya, Cherry Lai, mendirikan studio ini di Menteng, Jakarta Pusat. Walau memiliki reputasi yang baik di dalam dunia animasi, para mantan karyawan akhirnya membuka suara mengenai apa yang pernah mereka alami selama bekerja di Brandoville Studios.
Kekerasan Verbal, Fisik, hingga Finansial
CS menceritakan saat ia dipaksa menampar dirinya sampai 100 kali sebagai hukuman. Bahkan dipaksa tetap bekerja meski dalam keadaan sakit, juga dipaksa bekerja selama beberapa hari berturut-turut tanpa tidur. Tidak hanya itu, kekerasan verbal juga dialami tim di grup chat hingga ancaman pemecatan jika melawan atau mengadukan kondisi yang tak sehat ini. Ia juga pernah dipaksa untuk membanting HP-nya hingga rusak dan mengambil gambar dirinya sendiri sedang tersenyum bersama HP tersebut.
Cherry Lai dan Suami Kabur ke Hong Kong
Kasus ini bukan hanya pelanggaran ketenagakerjaan biasa. Cherry Lai yang merupakan co-owner Brandoville Studios dilaporkan sudah melarikan diri ke luar negeri. Ia diduga kembali ke negara asalnya, Hong Kong, bersama sang suami, Ken Lai. Brandoville Studios sendiri telah tutup sejak Agustus 2024, namun mereka dikabarkan membuka studio baru bernama LaiLai Studios yang berpusat di Hong Kong dan juga beroperasi di Jakarta.
Tidak hanya mantan karyawan yang merasa teraniaya, namun netizen juga marah akan apa yang dilakukan Cherry Lai. Netizen berharap Cherry Lai segera ditangkap agar para mantan karyawan mendapatkan keadilan mereka.