in

Kabar RS Darurat Covid-19 Pulau Galang, Punya Fasilitas Lengkap dan Dianggap Proyek Boros

Proyek Rumah Sakit (RS) Darurat khusus Corona di Pulau Galang mencuat saat rencana pembangunannya diumumkan ke publik, oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 3 Maret Lalu. Proses pendiriannya dikebut agar bisa dimanfaatkan untuk menampung pasien yang terjangkit Covid-19.

Dana Rp 400 miliar dianggarkan sebagai biaya pembangunannya. Jumlah tersebut berasal dari anggaran infrastruktur sebesar Rp 36,19 triliun yang dialihkan demi menghadapi pandemi Covid-19. Namun, proyek yang memiliki fasilitas lengkap itu justru dinilai sebagai pemborosan. Ada apa sebenarnya?

Proyek besar yang memiliki fasilitas lengkap untuk menangani pasien Covid-19

Dengan anggaran pembangunan sebesar itu, Rumah Sakit (RS) Darurat khusus Corona di Pulau Galang memiliki fasilitas yang terbilang lengkap dan terbagi dalam 3 Zonasi. Dilansir dari setkab.go.id, Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter, dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang, dan power house.

Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas. Sedangkan Zona C akan disesuaikan kebutuhannya di masa depan dengan memanfaatkan luas lahan yang tersisa.

Dinilai mubazir dan dianggap sebagai proyek yang boros

Pembangunan Rumah Sakit (RS) Darurat khusus Corona di Pulau Galang juga menuai kritikan dari beberapa pihak. Menurut Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah yang dikutip dari Tirto (28/05/2020) mengatakan, proyek tersebut dianggap tidak direncanakan dengan baik lantaran lokasinya yang jauh dari pusat penyebaran Covid-19.

Pembangunan RS Darurat Covid-19 di Pulau Galang dilihat dari atas [sumber gambar]
Dana Rp 400 miliar yang dikeluarkan, juga dinilai pemborosan dan terkesan membuang-buang anggaran. Hal serupa juga diungkapkan oleh Ekonom dari Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira, yang mengatakan bahwa anggaran tersebut bisa dialihkan ke hal lain seperti memberikan “stimulus tenaga medis.”

Bakal difungsikan sebagai Pusat Riset Penyakit Menular di masa depan

Meski diwarnai kritik dari beberapa pihak, rumah sakit tersebut telah menjalankan tugasnya dengan merawat beberapa orang pasien. Terlebih, keberadaannya juga ditujukan untuk mengisolasi dan merawat pekerja migran Indonesia yang akan kembali ke Tanah Air dari negara terjangkit Covid-19.

Menurut Presiden Joko Widodo, Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Pulau Galang, Kepulauan Riau kelak akan digunakan sebagai Pusat Riset Penyakit Menular. Perubahan ini secara perlahan akan dilakukan setelah wabah virus corona di Indonesia benar-benar dinyatakan selesai.

Sejarah Pulau Galang yang menjadi tempat penampungan pengungsi Vietnam

Pulau Galang yang menjadi lokasi bangunan RS Darurat Covid-19 memang memiliki latar belakang sejarah yang menarik. Saat itu, ribuan orang dari Vietnam terpaksa mengungsi dari negaranya lantaran pemerintahan telah jatuh dan dikuasai orang-orang komunis. Mayoritas mereka yang datang ke Pulau Galang adalah warga Vietnam Selatan.

Pulau Galang yang menjadi tempat penampungan pengungsi Vietnam [sumber gambar]

Perjalanan dari Vietnam menuju Pulau Galang bukanlah perkara yang mudah. Tak jarang para ‘manusia perahu’ itu bertaruh nyawa menghadapi ganasnya ombak lautan. Perbekalan yang minim hingga kondisi kapal yang tidak sesuai standar, kelak menjadi kisah dari mereka saat tiba dan kemudian meninggalkan jejak di Pulau Galang.

BACA JUGA: Pulau Galang, Lokasi yang Dibidik Jokowi untuk Dibangun Rumah Sakit Khusus Pasien Corona

Beberapa pihak menilai, bahwa pemerintah sejatinya bisa memaksimalkan fasilitas kesehatan yang ada dan tak jauh dari episentrum penyebaran Covid-19. Di lain sisi, ada pula yang menganggap bahwa pembangunan RS Darurat Covid-19 termasuk proyek pemborosan karena menelan anggaran hingga ratusan miliar. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Fakta Kampung Narkoba Palangkaraya, Bantu Warga dan Punya Markas Ala Kartel Meksiko

Viral Kericuhan di RS Pancaran Kasih Manado, Jemput Paksa Jenazah hingga Isu Sogokan