Di era yang sangat maju ini, tingkat kepedulian dan komunikasi di masyarakat jadi sangat minim. Entah karena pengaruh apa, yang jelas bahkan pada tetangga sebelah saja mungkin tidak kenal bagaimana mau membantu. Alhasil kadang kalau seseorang sedang kesusahan, sangat sulit untuk mendapatkan bantuan dari orang lain.
Bicara soal kepedulian, sosok yang satu ini seolah menampik semua itu. Pasalnya dirinya sangat peduli pada mereka yang tidak ia kenal, terlebih semua mengalami gangguan Jiwa. Lalu siapa sebenarnya sosok penolong yang banyak dibicarakan banyak orang ini? Simak ulasan berikut.
Bikin salut karena selalu merawat orang gila
Umumnya keadaan orang gila di jalan memang sangat mengenaskan. Lantaran tidak mampu secara mental, sehingga keadaan dirinya pun jadi tidak teurusi. Jadi sering sekali ditemui para orang gila ini berpakaian serba kumuh dengan badan tidak terawat. Namun sepertinya justru hal inilah yang jadi perhatian bagi Jasrianto.
Semua karena masa lalunya yang juga memprihatinkan
Tentu menolong sekaligus merawat para orang gila ini menjadi salah satu hal yang terpuji dan patut diacungi jempol. Namun demikian apa yang mendasari dirinya melakukan hal seperti itu ya? Ternyata itu semua berhubungan dengan masa lalunya sendiri yang hampir bernasib sama seperti orang gila.
Kebutuhan sehari-hari orang gila mesti dia penuhi
Lantaran membawa langsung beberapa orang gila dari jalan raya dan berapa tempat lainnya, tentunya tidak mudah baginya menolong mereka. Pasalnya kurangnya kemampuan mental para orang gila ini menjadi kendala. Alhasil mulai dari makan hingga urusan mandi dan buang air kecil pun harus dibantu.
Mesti harus hutang demi menolong orang gila
Seperti yang dijelaskan sebelumnya kalau butuh uang, dan tentu tidak sedikit untuk Jasrianto mengurus para orang gila. Bayangkan saja, mulai buat makan, peralatan lain serta obat-obatan harus dirinya sediakan. Dirinya mengaku minimal harus mengeluarkan uang sebesar 140 ribu per hari hanya untuk mencukupi kebutuhan dari para orang gila itu. Paling tidak dalam satu bulan 4,2 jutaan bisa keluar dari kocek.
Aksi yang dilakukan oleh Jasrianto tentunya meski kita acungi jempol, bahkan kalau bisa kita bantu. Bayangkan saja, meski bekerja sebagai seorang guru ponpes namun kepeduliannya sangat luar biasa. Dan tentu butuh bantuan dari banyak pihak agar cita-cita mulianya ini bisa terus berjalan.