Seiring dengan resminya pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di periode 2019-2024, Jusuf Kalla pun memasuki masa purnatugasnya. Ini artinya, tokoh kelahiran Watampone, 15 Mei 1942 itu akan segera mengakhiri jabatannya sebagai Wakil Presiden.

Meski tak lagi menjabat sebagai Wakil Presiden, ketokohan Jusuf Kalla sebagai salah satu pejabat tinggi di negeri ini tak pernah pudar. Terlebih, jasa-jasanya di masa lalu juga dinilai berhasil memberikan sumbangsih yang berharga pada negara. Seperti apa bentuknya? Simak ulasan berikut.

Sebagai juru damai yang berhasil meredam konflik yang pernah terjadi di Indonesia

Tercatat, sosok Jusuf Kalla (JK) memiliki peran besar di bidang keamanan dan kemanusiaan. Sebagai Wakil Presiden, ia juga menjadi seorang juru damai bagi wilayah-wilayah di Indonesia yang terkoyak oleh konflik. Dilansir dari Tirto, JK berhasil mendamaikan konflik di dalam negeri seperti Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Poso, dan Ambon. Tak hanya mendamaikan konflik di dalam negeri, JK juga dipercaya oleh pihak luar yang dimintai nasihatnya soal perdamaian

Jusuf Kalla bersama Hasan Tiro saat keduanya bertemu [sumber gambar]
Saat itu, ia jadi perwakilan pemerintah saat Indonesia menerima kedatangan Moro Islamic Liberation Front (MILF), sebuah kelompok militan Islam yang berpusat di selatan Filipina. Atas kontribusinya itu, Menteri Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan JK bakal ditunjuk sebagai utusan khusus perdamaian Indonesia setelah purnatugas sebagai Wakil Presiden.

Diplomasi luar negeri ala Jusuf Kalla yang dipuji Menlu Retno Marsudi

Jusuf Kalla juga memberikan sumbangsih besar di ranah politik luar negeri, dengan didirikannya Lembaga dana Kerja Sama Pembangunan Internasional atau IndoAID pada 18 Oktober 2019. Hal tersebut tak lepas dari gaya diplomasi tangan di atas ala JK, di mana hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang siap sedia memberi bantuan untuk negara lain.

Berdirinya IndoAid sendiri untuk menunjang dan memperkuat kontribusi Indonesia di dunia internasional. Alhasil, kebijakan ini membuat JK dipuji oleh Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi. “Sudah 5 tahun Pak JK memberikan banyak sekali kontribusi, arahan, [dan] saran untuk pelaksanaan politik luar negeri. Dan Saya tidak akan pernah lupa diplomasi tangan di atas ala Jusuf Kalla,” ujarnya dalam acara Mata Najwa ‘Terima Kasih Pak JK’ yang tayang di Trans 7.

Saling berbagi tugas dengan Jokowi saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden

Sebagai Wakil Presiden, keberadaan Jusuf Kalla sangat penting bagi Presiden Joko Widodo karena memiliki porsi yang sama di pemerintahan. Meski jarang menjadi sorotan, ia sukses menjalankan kebijakan dan kerap memberikan saran pada Jokowi saat dihadapkan dalam hal yang sulit. Hal inilah yang membuat periode kepemimpinannya berjalan mulus tanpa ada pertentangan.

Saling berbagi tugas dengan Presiden Joko Widodo [sumber gambar]
Pun saat tugas monitoring ke lapangan, keduanya juga saling berbagi tugas agar kegiatan yang ada bisa berjalan dengan maksimal. “Saya sama pak JK tidak ada sesuatu hal pun yang berbeda. Terus berjalan dan beriringan dengan pak JK. Saat saya mengambil keputusan yang sangat sulit, saya selalu berdiskusi supaya keputusan itu baik untuk masyarakat Indonesia,” kata Jokowi yang dikutip dari Sindonews.

BACA JUGA: Kisah Jusuf Kalla dan Kerajaan Bisnis yang Membuat Dirinya Jadi Wapres Terkaya di Indonesia

Melihat tugas dan jasa yang telah ditorehkan oleh Jusuf Kalla di atas, jelas perannya sangat besar bagi jalannya pemerintahan Indonesia. Harapannya, KH Ma’ruf Amin yang posisi menggantikan JK, bisa meneruskan prestasi tersebut dengan cara dan kebijakannya selaku Wakil Presiden terpilih yang baru.