in

Jangan Sampai Kebobolan Gara-Gara Opor Ayam, Jaga Kesehatan Badan Saat Lebaran dengan Cara Ini

Tidak dipungkiri, Lebaran menjadi waktu bagi sebagian orang untuk makan sepuasnya setelah satu bulan berpuasa. Nasi kuning, opor ayam, rendang daging, dan gulai ayam, merupakan sedikit daftar makanan yang biasa disajikan saat Lebaran. Kalau dilihat sekilas, makanan tersebut semuanya mengandung santan yang mengandung lemak jenuh dan kalori tinggi.

Mengonsumsi lemak jenuh yang melebihi batas, dapat mengakibatkan sejumlah penyakit seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol. Setelah menyantap masakan dengan lemak jenuh tinggi, tidak serta merta sakit. Penyakit tersebut muncul apabila mengonsumsi lemak jenuh tinggi melebihi batas dan dalam jangka waktu panjang. Lalu bagaimana cara menjaga makan saat Lebaran?

Minum air putih yang cukup

Ilustrasi perempuan sedang minum air putih. [Sumber Gambar]
Ilustrasi perempuan sedang minum air putih. [Sumber Gambar]
Sederhana tetapi ampuh, itulah fungsi air putih atau air mineral bagi tubuh. Selain mencegah dehidrasi, minum air putih yang cukup dapat membakar lemak, menjaga kesehatan pencernaan, dan menjaga tekanan darah. Dianjurkan untuk minum air putih 2 liter per hari. Namun, perlu diketahui bahwa kebutuhan air putih setiap orang berbeda-beda. Kalau merasa haus, minum saja. Pasalnya, itu merupakan tanda bahwa tubuh memerlukan hidrasi.

Batasi konsumsi makanan bersantan

Santan mengandung lemak nabati yang termasuk lemak jenuh dalam jumlah cukup tinggi, kandungan kalorinya juga tinggi. Namun, santan bukan berarti tidak baik. Pasalnya, santan mengandung asam lemak yang dibutuhkan oleh tubuh yang merupakan sumber energi. Walau asam lemak santan yang dibutuhkan hanya sedikit.

Ilustrasi opor ayam yang biasa disajikan saat Lebaran. [Sumber Gambar]
Ilustrasi opor ayam yang biasa disajikan saat Lebaran. [Sumber Gambar]

Saat melihat banyaknya makanan bersantan, sebaiknya jangan langsung disantap semua. Pilih makanan yang paling ingin kamu makan. Ahli gizi menyarankan konsumsi santan harian adalah seperempat sampai setengah cangkir. Hal ini bukan berarti kamu dapat mengonsumsi santan setiap hari. Sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Makan kue kering secukupnya

Ilustrasi nastar, kue kering khas Lebaran. [Sumber Gambar]
Ilustrasi nastar, kue kering khas Lebaran. [Sumber Gambar]
Selain makanan berat, kue kering juga menjadi sajian khas Lebaran. Sebagian besar kue kering mengandung mentega atau margarin. Keduanya mengandung lemak trans yang dapat memicu asam lambung naik. Sebaiknya, santap dulu makanan berat baru makan kue kering. Selain itu, batasi konsumsi kue kering dalam sehari. Pasalnya, kalau kebanyakan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans dalam jangka panjang, bisa menaikkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Tetap olahraga

Ilustrasi seorang pria sedang jogging. [Sumber Gambar]
Ilustrasi seorang pria sedang jogging. [Sumber Gambar]
Terkadang saat Lebaran, kebiasaan olahraga jadi berkurang. Kamu dapat menyiasatinya dengan berolahraga di rumah, angkat beban, atau olahraga kardio seperti jogging. Olahraga tersebut dapat dilakukan pagi hari sebelum berkeliling rumah kerabat. Kegiatan fisik tersebut berfungsi untuk melancarkan metabolisme tubuh apalagi setelah mengonsumsi makanan berlemak.

BACA JUGA: Penting! Ketahui 4 Cara untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Pada Daging Ayam

Selain 4 daftar di atas, kamu juga sebaiknya tetap makan sayur dan buah. Dua makanan tinggi serat yang membantu melancarkan metabolisme tubuh. Kalau kamu, bagaimana kiat diet saat atau setelah Lebaran?

Written by Galih Hayu

10 Potret Kelebihan Muatan yang Biasa Terjadi Saat Mudik, Bisa Denda 500 Ribu Lho!

Ilustrasi anak kecil senang dapat galak gampil. [Sumber Gambar]

Galak Gampil Lebaran, Dulu Dapat Rp 2 Ribu Sudah Senang Sekarang Malah Kurang