in

4 Fakta Irfan Bahri, Santri yang Berhasil Bacok Begal dan Sempat Dijadikan Tersangka

Fenomena begal sepertinya tak kunjung mereda. Selama bulan Ramadan pun penjahat tersebut tetap berkeliaran dan mencari mangsa. Tak tanggung-tanggung, untuk menakuti para korban mereka selalu siap sedia senjata tajam, bisa saja nyawa melayang saat berhadapan dengan mereka.

Tapi kali ini sepertinya para begal salah target. Semula ingin merampas harta benda korbannya di daerah Bekasi, lah kok malah si begal yang lari terbirit-birit dan ketakutan. Bahkan salah satu di antara dua pelaku harus meregang nyawa pasca duel dengan seorang remaja berusia 19 tahun asal Madura. Berikut Boombastis merangkum lebih lengkap mengenai kejadian ini.

Kronologi ketika dicegat oleh begal

Adalah Muhammad Irfan Bahri dan sepupunya, Achmad Rafiki yang menjadi target para perampas harta benda ini. Kejadian pembegalan ini berlokasi di kawasan Summarecon, Bekasi. Awalnya, setelah sholat tarawih, Irfan meminta ditemani menuju alun-alun kota Bekasi, karena ia ketika itu juga sedang berlibur di rumah pamannya sementara libur sekolah.

Kronologi dibegal preman [Sumber gambar]
Saat sudah larut malam, Irfan penasaran dan minta melihat daerah elit Summarecon. Tak disangka, ia dan sepupunya dihampiri oleh dua orang tak dikenal dan langsung meminta mereka menyerahkan ponsel. Karena merasa takut, Rafiki menyerahkan ponselnya, tapi tidak dengan Irfan. Karena keukeuh, kejadian ini berakhir pertarungan antara Irfan dan kedua begal tersebut.

Satu begal meninggal karena luka bacok dari Irfan

Irfan melihat bahwa pelaku begal membawa celurit yang dibungkus dengan kain. Karena setelah dipaksa ia tetap tak mau menyerahkan ponselnya, sang begal mengarahkan celurit kepada remaja 19 tahun ini. Walaupun sempat kena di beberapa bagian tubuh –punggung, tangan, pelipis, dan paha, Irfan sempat melawan dan menangkis serangan. Karena tak ingin mendapat luka lebih banyak ia merebut celurit pelaku dan menendangnya.

Luka di bagian pelipis Irfan [Sumber gambar]

Pelaku begal juga mendapat bacokan balik. Irfan kemudian menghajar pelaku sampai keduanya kapok dan meminta ampun lalu menyerahkan kembali ponsel sang sepupu sebelum kabur. Arik meninggal dunia karena mendapat luka bacok di perut, pinggang, dan leher. Sementara rekannya IY sedang mendapat perawatan di RS Anna Medika, Bekasi.

Sempat dijadikan sebagai tersangka pembunuhan

Sebelum meninggal, Arik sempat membuat pengaduan jika ia diserang oleh sekelompok pemuda. Arik juga ternyata membuat laporan resmi ke Polres Metro Bekasi Kota, sehingga Irfan sempat menjadi tersangka dalam kasus ini. Untungnya, belakangan polisi mengungkap fakta bahwa mereka melakukan perampokan kepada Irfan dan Rafiki di Jembatan Summarecon Bekasi.

Sempat dijadikan sebagai tersangka [Sumber gambar]
Karena insiden ini Irfan menunda kepulangannya ke Madura sampai proses hukumnya selesai. Polisi juga harus mengadakan penyelidikan lanjutan untuk kasus ini agar Irfan terbebas dari tuduhan sebagai tersangka pembunuhan.

Seorang santri yang jago bela diri

Ini merupakan salah satu kesalahan begal yang tak mengetahui jika target mahir dalam bela diri. Setelah ditelusuri, Irfan merupakan seorang santri Pesantren Darul Ulum Bandungan, Kabaputen Pamekasan, Madura. Tindakan heroik yang berhasil melumpuhkan pelaku selain karena reflek juga karena ia mahir dalam urusan bela diri. Ia menjelaskan jika selain belajar agama, ia kerap mengikuti kegiatan silat di Pondok Pesantrennya.

Irfan dan sepupunya mendapat penghargaan dari polisi [Sumber gambar]
Bacokan yang dihujamkan ke pelaku tak lain karena ia melindungi diri dan sang sepupu. Jika tidak dilawan, mungkin dirinya-lah yang akan meregang nyawa dan tewas di tangan dua penjahat tersebut. Dalam kasus ini, Irfan bahkan mendapat penghargaan dari polisi. Warga Madura juga memberikan dukungan kepadanya, bahkan seorang pengacara, Noval Ibrrohim Salim mengaku siap memberikan dampingan hukum kepada Irfan.

Nah, dalam hal ini kita berharap agar kejahatan begal semakin berkurang. Untuk semua masyarakat juga harap berhati-hati karena begal tak pandang bulu dalam membidik korbannya. Semoga kasus Irfan ini juga segera selesai dan menemui titik terangnya.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Sempat Dipuja-puja, Beginilah 8 Potret Mirisnya Stadion Termegah di Kalimantan Timur

4 Kasus Bercanda Bom dan Teroris yang Sempat Bikin Geger, Salah Satu Pelakunya Politikus