Sebelum menjadi seperti sekarang ini, Indonesia harus melewati banyak fase. Mulai dari zaman kerajaan, menjadi jajahan, kemudian merdeka dan berdaulat, lalu melewati banyak proses pelik dan akhirnya menjadi republik seperti hari ini. Nah, jika kamu pernah membaca detail sejarah bangsa ini, Indonesia juga pernah berbentuk sebuah serikat.
Ya, dulu Indonesia sama seperti AS di mana negara ini terpecah-pecah menjadi negara kecil yang disatukan di sebuah pemerintahan pusat. Hal tersebut sendiri terjadi sebagai hasil dari kesepakatan Konferensi Meja Bundar. Dari fase ini, perjuangan masih terus dilakukan dan akhirnya Indonesia bisa menjadi sebuah republik yang satu.
Nah, mari kita berandai-andai sejenak, kira-kira apa ya yang bakal terjadi kalau negeri ini tetap berbentuk serikat dan tak pernah jadi satu kesatuan? Hmmm, bisa jadi lebih buruk atau makin membaik. Apa pun yang terjadi, yang jelas akan jauh berbeda dari Indonesia yang sekarang. Nah, seperti inilah kemungkinan yang bakal terjadi jika Indonesia sampai hari ini tetap berbentuk serikat.
Bukan bermaksud untuk menggiring opini buruk tentang negara ini, tapi memang sudah jadi rahasia umum kalau pemerintah pusat kadang kurang bisa memberikan kebijakan yang adil. Alhasil, ada berbagai pertentangan yang terjadi di daerah dan mereka juga kerap menyuarakan ingin pisah. Salah satu contohnya adalah Aceh dan juga Papua.
Sudah jadi hal umum kalau negara bagian dari sebuah sistem serikat boleh untuk mandiri. Dalam hal ini, mereka tidak dipermasalahkan untuk mengatur apa pun, termasuk pengelolaan sumber daya. Nah, seumpama Indonesia masih serikat, maka bayangkan apa yang bakal terjadi.
Sekilas mungkin tidak benar-benar ada hubungan antara sistem serikat dengan militer. Tapi, kalau kita pandang dari aspek lain ternyata ada sangkut pautnya. Ya, serikat membuat militer sebuah negara bisa melemah, dan hal ini pula yang akan terjadi seumpama Indonesia masih berstatus RIS.
Sudah menjadi risiko kalau pemerintahan pusat sebuah negara serikat harus lebih intens lagi dalam mengayomi seluruh negara bagiannya. Jika tidak, maka akan ada konsekuensi yang cukup berat. Misalnya ketidakpuasan yang berujung pada munculnya gerakan separatis-separatis.
Karena sifatnya yang desentralisasi, maka akibatnya sifat-sifat kedaerahan akan kuat. Hal ini kemudian akan dimanifestasikan dalam bentuk atribut, entah lambang, bendera atau lagu-lagu nasional versi serikat. Kalau Indonesia berbentuk serikat juga, maka hal yang semacam ini juga akan terjadi.
Kira-kira seperti inilah Indonesia kalau berbentuk serikat. Ternyata lebih banyak hal buruknya dibanding yang positif. Mungkin ini juga yang jadi alasan kenapa para tokoh-tokoh perjuangan dulu sangat ngotot untuk menjadikan Indonesia sebagai negara kesatuan, bukannya serikat.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…