Indonesia adalah negara yang besar. Negeri ini punya wilayah yang luas membentang. Sumber daya negeri kita juga seolah tak terbatas. Subur makmur lagi melimpah ruah. Ditambah lagi kekayaan budayanya, tradisi, dan suku bangsanya yang semakin menambah nilai lebih di mata dunia. Tapi, pernah tidak kamu berpikir, kenapa kita selalu kalah dari negara lain? Kenapa kita tak pernah sekalipun menduduki posisi pertama sebagai negara paling disegani, paling maju di dunia?
Tentu untuk menuju ke arah sana, ada banyak sekali hal yang mesti dibenahi oleh negara kita. Namun, kalau harus menyebutkan sebagian faktor yang menyebabkan kenapa sih negara kita selalu kalah dari negara lain, di bawah ini kami telah merangkum empat di antaranya untuk kamu. Apa saja itu?
Melihat pencapaian negeri lain dalam berbagai bidang pengetahuan, kita sering minder sendiri. Kamu juga pasti pernah berpikir kalau Indonesia kalah bersaing di kancah internasional karena jarang melahirkan orang pintar. Benarkah demikian? Nyatanya tidak. Sejak dulu negeri ini memiliki orang-orang hebat di bidangnya masing-masing.
Mereka semua kini berada di luar negeri. Orang-orang di atas beserta orang cerdas lainnya kini hidup makmur di luar sana. Mereka terbuang oleh negerinya sendiri. Padahal di negeri asing mereka dapat leluasa mengembangkan karya mereka. Pemerintah di sana bahkan mendukung upaya mereka. Banyak pula perusahaan multinasional yang tertarik membeli teknologi ciptaan mereka dengan harga selangit. Hal yang berbanding terbalik dengan kenyataan miris yang mereka terima di tempat kelahirannya.
Tingkat kedisiplinan masyarakat kita masih tergolong sangat minim. Ini sudah jadi rahasia publik. Tak perlu melakukan eksperimen sosial untuk mengetahui hal ini. Perhatikan saja lingkungan sekitar kamu. Coba lihat betapa watados (wajah tanpa dosa) warga kita membuang puntung rokok, permen, atau sampah lainnya di sembarang tempat. Lihat juga gerombolan pembeli yang seolah tak sudi antre ketika membeli makanan di Pedagang Kaki Lima. Kesadaran publik untuk bersikap disiplin adalah barang mewah di negeri ini.
Lalu hal selanjutnya yang membuat kita tertinggal dari negara lain adalah menyangkut bidang pendidikan. Mutu pendidikan di negeri kita masih dinilai tak terlalu baik dibandingkan dengan negeri lain. Tengok saja ranking indeks prestasi pendidikan semua negara di dunia. Saat ini Indonesia hanya duduk di posisi 108. Itu untuk ranking global. Bagaimana dengan ranking di ASEAN?
Indonesia adalah negeri yang majemuk. Negeri ini kaya akan masyarakatnya yang berasal dari berbagai ragam suka, etnis, dan agama. Sayangnya, deretan peristiwa yang akhir-akhir ini terjadi menunjukan bahwa negeri ini masih jauh dari kata rasa saling memiliki. Muncul pihak-pihak atau golongan tertentu yang merasa diri mereka adalah yang paling benar dan bahkan ingin “dipertuhankan.”
Korupsi yang sudah mengakar kuat dalam bangsa ini diakibatkan oleh para “oknum” pejabat kita yang terus membudayakan perbuatan haram ini. Nyaris setiap harinya di media-media online atau media cetak, ada saja pejabat kita, entah itu di pemerintahan pusat atau daerah yang tersandung kasus korupsi.
Apabila pemerintah masih setengah-setengah dalam menangani kejahatan luar biasa ini, mustahil negara kita akan mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Tentu diperlukan sikap yang tegas untuk menghukum para koruptor. Hukuman paling berat yang mampu membuat mereka jera dan setidaknya membikin calon koruptor lainnya berpikir dua kali jika ingin melakukan tindakan ini.
Itulah lima faktor yang diduga kuat menyebabkan Indonesia tersendat dan selalu jalan di tempat. Untuk menanggulangi semua kekurangan di atas, tentu diperlukan kesadaran semua elemen bangsa. Jangan hanya berpangku tangan pada pemerintah. Apabila hal-hal di atas tak juga dibenahi, jangan harap Indonesia akan jadi pemimpin dunia atau setidaknya macan Asia.
Senin (17/2/2025), situasi di Indonesia tiba-tiba mencekam bersamaan dengan munculnya aksi-aksi demo yang digelar oleh…
Sedang heboh tagar #KaburAjaDulu di berbagai media sosial. Sebuah ajakan untuk meninggalkan Tanah Air demi…
Nama Abidzar Al-Ghifari kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya tentang drama Korea dalam sebuah podcast menuai…
Ketika wajib pajak susah bayar pajak, siapa yang dirugikan? Bukan hanya pemerintah tetapi juga masyarakat…
Nama Iris Wullur mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah ia membongkar dugaan perselingkuhan…
Sudah saatnya untuk selalu waspada terhadap tawaran kerja yang menggiurkan. Seperti kisah tentang 100 wanita…