Umur negara kita, Indonesia, nyaris mencapai tujuh puluh tahun. Artinya, sudah sangat tua untuk sebuah negara yang dijajah selama ratusan tahun. Namun selama itu, negara kita tak juga mampu membenahi dirinya dengan baik. Bahkan ada yang bilang jika negara ini semakin kacau. Segala aspeknya jadi acak-acakan enggak teratur. Hal ini terjadi karena masyarakatnya banyak yang kurang Indonesia banget!
Jika anda mengaku sebagai rakyat Indonesia. Mengaku sangat cinta bahkan merupakan merah darah dan putih tulang, coba cek dengan tes ini. Semoga yang akan anda lakukan ini bisa membangkitkan semangat kita terhadap Indonesia yang mulai kembang kempis. Monggo dimulai saja!
Pertanyaan retoris akan memulai tes ini: Sebenarnya apa sih Indonesia menurut anda? Apakah hanya sebagai tempat lahir hingga besar. Tempat bersekolah, mencari pekerjaan lalu menikah dan punya anak. Atau cuma tempat menumpang lewat karena saat besar akan menetap dan bekerja di luar negeri tanpa mau kembali lagi.
Sebagai pancingan, penulis ingin bertanya kepada anda. Apa semboyan negara Indonesia ini? Ah, gampang sepertinya! Bhinneka Tunggal Ika! Beda tapi satu. Sekarang coba hitung sebisa anda berapa banyak suku-suku yang ada di Indonesia? Mungkin anda akan menghitung dari suku yang nampak, Jawa, Batak, Dayak, dan lain sebagainya. Sekarang coba bayangkan jika suku-suku itu tak akur satu sama lain. Apa yang akan terjadi?
Indonesia memiliki berapa agama yang diakui oleh negara? Hmm, salah jika anda menjawab lima. Saat ini Indonesia memiliki enam agama yang diakui. Agama itu meliputi: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu. Agama-agama ini berbaur dan menjadi satu dalam masyarakat yang beragam. Sakarang penulis ingin mengajukan satu pertanyaan untuk anda: Apakah anda bisa menghargai cara beribadah berbeda yang dilakukan oleh saudara kita itu?
Barangkali anda akan sangat bangga jika menguasai lebih dari bahasa asing dari seluruh dunia. Anda akan menyebut diri anda multi language. Sebuah pertanyaan ingin penulis lontarkan kepada anda semua. Sudahkah anda mempelajari bahasa daerah di Indonesia? Ok, mungkin kita punya bahasa pemersatu, namun pernahkah anda menguasai bahasa daerah lain? Lebih penting mana bahasa asing dengan bahasa daerah? Tunggu, tidak usah dijawab. Karena akan sangat sulit.
Apa pengabdian yang sudah anda berikan kepada Indonesia? Coba ingat-ingat apa yang sudah anda lakukan untuk Indonesia kita ini? Pernahkah anda benar-benar mendedikasikan diri untuk membantu negara ini berubah menjadi baik? Di suatu waktu, apakah anda benar-benar melakukan hal hebat (mungkin prestasi) untuk Indonesia, bukan untuk diri anda sendiri?
Apa yang anda pedulikan di hidup anda sekarang? Pacar? Keluarga? Pekerjaan yang menghasilkan uang? Atau kekuasaan? Pernahkah anda peduli dengan negara kita ini? Pernahkah kita mencari tahu di berita, saat ini negara ini sedang kesusahan apa? Saat ini negara yang merdeka 70 tahun silam sedang berjuang untuk apa? Ataukah sudah hancur secara diam-diam tanpa diketahui rakyatnya?
Terakhir, dan yang paling penting: Apakah anda bangga dengan Indonesia? Lebih banyak mana anda bangga dengan negara ini, atau membencinya hingga umpatan kerap keluar dari mulut anda? Ah, negara ini, buat apa bangga, toh enggak ada untungnya. Buat apa bangga jika pemimpinya saja sepert itu. Buat apa diagung-agungkan jika negara ini kacau. Ya, kita pasti akan mengatakan itu, sadar atau tidak.
Jadi, sudah Indonesiakah anda sekarang? Sudahkah anda merasa negara ini adalah hal yang patut diperjuangkan? Terakhir, apakah anda mau berperang jika negara ini kembali dijajah?
Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang bocah kecil bermain skuter sendirian di tengah…
Dunia sepakbola Indonesia sedang geger-gegernya. Jelang lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang bakal diselenggarakan di…
Aktor laga Sandy Permana, yang dikenal lewat perannya dalam sinetron kolosal, ditemukan tewas dengan luka…
Hampir setiap hari masyarakat Indonesia mengernyitkan dahi dengan kasus-kasus absurd tapi nyata yang hadir di…
Kasus memilukan terjadi di sebuah sekolah dasar swasta di Medan, Sumatera Utara, ketika seorang siswa…
Ketika banyak orang berharap 2025 lebih baik dari sebelumnya, awal tahun ini justru diawali dengan…