Ramadan adalah bulan penuh berkah yang seharusnya disambut dengan suka cita oleh umat muslim dari berbagai penjuru dunia. Nyatanya, hal ini tidak berlaku untuk muslim yang tinggal di Plaestina dan sekitarnya. Genjatan senjata tak berujung membuat negara ini hancur porak poranda. Setiap hari selalu ada puluhan bahkan mungkin ratusan nyawa yang meninggal. Ramadan tahun ini juga masih diwarnai dengan insiden yang sama.
Namun, hal tersebut nyatanya tidaklah menyurutkan niat para muslimnya untuk beribadah dan puasa. Mereka yang sudah tidak punya tempat tinggal, kini berlindung, berbuka, bahkan hidup di bawah reruntuhan puing bangunan yang sudah hancur. Anak-anak dengan riang gembira bermain di area yang sudah tampak hancur. Mereka seolah tak punya masalah, walau sebenarnya nyawa bisa hilang kapan saja.
Jika berbicara tentang Ramadan di Palestina dan Gaza, ada sebuah iklan (tahun 2018) yang mengingatkan kita betapa banyak kesulitan yang harus penduduk negara ini alami. Iklan Ramadan yang sebenarnya sempat viral tahun lalu ini masih bisa kita ulas karena pesan yang terkandung di dalamnya.
Untuk para pemimpin dunia, apakah mereka tidak menyadari atau memang sengaja diam saja melihat peperangan yang mereka lakukan. Perang yang secara tidak langsung merenggut nyawa orang lain. Ada jutaan anak-anak tak berdosa kehilangan orangtua, saudara, bahkan mungkin mereka tidak punya masa depan. Bagaimana jika para pemimpin turun langsung dan melihat ke lapangan, dampak dari perang yang terjadi. Inilah pesan yang ingin disampaikan dalam iklan ini.
BACA JUGA: 10 Foto Ramadan di Jalur Gaza Ini Bisa Membuatmu Hatimu Teriris-iris
Faktanya, lagu ini merupakan kritik dan tamparan atas kebijakan pemimpin dunia yang tidak mampu menghentikan kekacauan yang mereka buat. Kebijakan Trump menjadikan Yerussalem sebagai ibukota Israel, serta masalah perang tiada berkesudahan yang diderita oleh negara-negara Islam. Meski panen kritik, video ini juga dinyatakan oleh netizen sebagai iklan Ramadan terbaik yang pernah ada. Bahkan, siapapun yang menonton akan tergugah perasaannya dan merasakan kesedihan mendalam yang sama dengan apa yang dirasakan oleh anak lelaki yang bernyanyi.